Koster Serba Merah Saat Lantik Kepala Daerah, Demokrat: Positive Thinking Saja

Gubernur Bali Wayan Koster ketika melantik enam kepala daerah di Gedung Wiswa Sabha, Jumat (26/2/2021). (Istimewa)
Ketua DPD Partai Demokrat Bali I Made Mudarta. (KBRN)

KBRN, Denpasar : Gubernur Wayan Koster melantik kepala daerah dari enam kabupaten/kota di Bali, Jumat (26/2/2021). 

Pelantikan di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali tersebut, berlangsung terbatas dan disiarkan secara virtual. 

Uniknya, Koster ketika melantik enam kepala daerah yang terpilih dalam Pilkada 9 Desember 2020, menggunakan pakaian serba merah. Warna yang identik dengan partai pengusung dirinya dalam Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Bali tahun tahun 2018. 

Partai Demokrat buka suara perihal pakaian serba merah yang dikenakan gubernurnya rakyat Bali itu. 

Ketua DPD Partai Demokrat Bali I Made Mudarta. (KBRN)

Ketua DPD Partai Demokrat Bali, I Made Mudarta meminta masyarakat tak berpikiran negatif terkait hal tersebut. 

"Beliau itu kan menggunakan simbol ya. Pemimpin itu disamping sebagai simbol Murdaning Jagat Bali, tentu sesungguhnya menjadi panutan, menjadi contoh. Merah itu tidak hanya bermakna simbol PDI Perjuangan, mungkin juga itu adalah simbol merah putih, dari bendera kita," ungkap Mudarta ketika ditemui RRI di Denpasar, Jumat (26/2/2021). 

"Sebab kalau putih-putih mungkin dipikir pemangku (pemuka agama) kan begitu, ya mungkin dihindari. Maka digunakanlah warna merah tadi, bagian dari bendera merah putih kita. Ya tidak apa-apa, nasionalisme kan," imbuhnya. 

Meski demikian, Mudarta berpandangan, seorang pemimpin idealnya merepresentasikan masyarakat secara luas. 

Terlebih pasca dilantik, pemimpin baik gubernur, bupati maupun walikota sudah menanggalkan seluruh atribut kepartaian dan keorganisasian. 

"Yang jelas bagi kita adalah bagaimana gubernur bisa mengkoordinasikan secara efektif dengan bupati dan walikota yang ada di seluruh Bali. Tujuannya adalah untuk menyejahterakan masyarakat di seluruh Bali," ujarnya. 

"Sekali lagi, pemimpin itu menjadi panutan, menjadi contoh. Apa yang digunakan, apa yang diucapkan, apa yang dilaksanakan, itu akan dimonitor 100 persen oleh rakyat, pada saatnya nanti mandat selama beliau menjabat akan dicatat oleh rakyat. Ketika maju lagi, kalau bagus akan dipilih, kalau tidak, rakyat akan memberikan hukuman," sambung politisi asal Jembrana tersebut. 

Khusus kepada kepala daerah dari enam kabupaten/kota yang baru dilantik, Mudarta berpesan, untuk segera merealisasikan semua janji politik yang ditawarkan selama masa kampanye. 

Kerja cepat sangat diperlukan, mengingat Indonesia saat ini dihadapkan pandemi Covid-19. 

Di tengah pagebluk corona, seorang pemimpin daerah dituntut menunjukkan kinerja terbaik dalam menuntaskan seluruh permasalahan yang ada.

"Ini tantangan tersendiri bagi pemimpin yang baru dilantik. Bagaimana rakyat ini agar betul-betul terhindar dari Covid-19, tetap sehat, juga proses injeksi vaksin bisa berjalan cepat. Harapan kita justru Bali secara keseluruhan, terkhusus di enam daerah ini, bisa digenjot untuk proses vaksinasi kepada masyarakat," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00