Buntut Kajati Berbahasa Sunda, Kang Emil Imbau Arteria Dahlan Minta Maaf

KBRN, Kuta : Politikus PDI Perjuangan Arteria Dahlan kembali menjadi buah bibir.

Anggota Komisi III DPR RI itu disorot publik, pasca meminta Jaksa Agung mencopot salah satu Kepala Kejaksaan Tinggi.

Permintaan kontroversial itu dilontarkan, dengan alasan Kajati tersebut menggunakan Bahasa Sunda dalam rapat. 

Namun Arteria Dahlan tak menyebut siapa Kajati yang dimaksud. 

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyesalkan pernyataan Arteria Dahlan. 

"Kalau tidak nyaman, tinggal disampaikan, sesederhana itu ya. Tapi kalau bentuknya meminta untuk diberhentikan dari jabatan, menurut saya terlalu berlebihan, tidak ada dasar hukum yang jelas," ungkap Ridwan Kamil usai menghadiri Musyawarah Perwakilan Bali ke-2 Angkatan Muda Siliwangi sekaligus Pelantikan Pengurus Perwakilan Bali Angkatan Muda Siliwangi periode Tahun 2022-2027, di Kuta, Senin (17/1/2022). 

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu menilai, pernyataan Arteria Dahlan menyinggung banyak pihak, khususnya warga Sunda di seluruh Indonesia.

"Jadi saya mengimbau Pak Arteria Dahlan sebaiknya meminta maaf kepada masyarakat Sunda di Nusantara ini. Tetapi kalau tidak dilakukan, pasti akan bereskalasi, karena sebenarnya orang Sunda itu pemaaf ya. Jadi saya berharap itu dilakukan," tegasnya. 

Desakan yang sama dilontarkan Ketua Umum Pengurus Pusat Angkatan Muda Siliwangi (AMS), Noeri Ispandji Firman. 

"Saya memang yang pertama bersikap. Karena dalam kondisi sekarang, negara lagi ada bencana Covid-19 yang belum selesai, kemudian juga persoalan ekonomi masyarakat, ini membuat gaduh," sebutnya.

"Perilaku seorang yang katanya terhormat, dengan seenaknya berbicara meminta kepada Jaksa Agung untuk mencopot Kajati yang rapat dengan bahasa daerah. Saya juga yakin tidak ada yang namanya satu instansi, rapat berbahasa daerah, jadi ini mengada-ada," lanjutnya. 

Noeri Ispandji menilai, permintaan Arteria Dahlan kepada Jaksa Agung telah menyakiti hati warga Sunda. 

Menurutnya, warga Sunda di seluruh Indonesia selama ini sangat menjunjung tinggi kebhinekaan, dan persatuan. 

"Saya kira seperti itu sikap radikal, intoleran, rasis, dan orang itu lah yang paling berbahaya. Dan itu menjadi musuh Pancasila, musuh Bhinneka Tunggal Ika, dan musuh kami orang Sunda yang mencintai kedamaian," katanya. 

Ia berharap, Arteria Ahlan segera menyampaikan permohonan maaf.

Noeri Ispandji yakin, warga Sunda akan menerima permintaan maaf tersebut.

"Kami warga Sunda itu warga yang pemaaf. Dan kami hanya meminta Arteria Dahlan menarik ucapannya, kemudian meminta maaf kepada warga Sunda," ucapnya. 

"Kalau tidak dilakukan, saya kira kami akan melangkah untuk menemui beliau langsung. Mudah-mudahan beliau sadar, bahwa ucapannya itu ucapan yang tidak tepat sebagai seorang politisi maupun wakil rakyat," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar