Ketemu Jokowi, Kang Emil: Tidak Bicara Pilpres

KBRN, Denpasar : Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berkesempatan bertemu dengan Presiden Joko Widodo, di Kampus Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Kota Bandung, Senin (17/1/2022). 

Ridwan Kamil atau yang akrab disapa Kang Emil mengungkapkan, pada kesempatan itu Kepala Negara menyampaikan beberapa hal. 

Salah satunya soal tiga kunci perekonomian Indonesia. 

"Kemarin Pak Jokowi ke Jawa Barat karena pidato tentang kepancasilaan dan masa depan Indonesia, pesannya ingat tiga rumus dari Pak Jokowi, hilirisasi industri, fokus ke ekonomi hijau, dan ekonomi digital," ungkapnya ketika menjawab pertanyaan RRI.co.id disela-sela kegiatan bank bjb Mesrakan Bali, di samping Pura Melanting Pasar Badung Dangin Puri Kangin, Selasa (18/1/2022). 

"Kemudian (Pak Jokowi) mengecek infrasruktur, karena Jawa Barat investor industri banyak, karena infrastruktur bagus," imbuhnya. 

Disinggung Pilpres 2024, Presiden Joko Widodo diakui tidak membahas soal kontestasi perebutan kursi RI-1.

"Tahun 2024 (Pilpres) tidak ada nasehat, cuma senyam-senyum aja itu. Senyumnya Pak Jokowi saya tidak paham juga, bisa multitafsir," kata Ridwan Kamil yang juga biasa disapa RK. 

Berbicara agenda politik tahun 2024, Ridwan Kamil mengaku tidak bisa dihindari setiap gerakannya selalu dikaitkan dengan Pilpres. 

Ia tak memungkiri, kerap mendapat pertanyaan dan komentar soal Pilpres 2024. 

Namun Kang Emil selalu mengamini seluruh doa baik yang dilayangkan masyarakat.

"Kalau doanya baik tentu saya aminkan, kan begitu," katanya.

"Saya tidak pernah cita-cita jadi Walikota dan Gubernur, tetapi Tuhan belokkan takdirnya ya saya berusaha menjadi yang terbaik. Dan komentar saya selalu sama, kalau pintunya terbuka oleh takdir, Bismillah. Kalau tidak ada ya juga tidak ada masalah. Karena hidup itu yang penting bermanfaat," lanjutnya.

Menanggapi survei popularitas figur calon Presiden, Kang Emil beranggapan ketika potret itu positif, harus tetap disyukuri. 

"Karena kalau orang itu suka dengan kepemimpinan kita, orang itu ngasih apresiasi dengan berbagai bentuk, ada dengan doa, bikinin lagu ke saya ada beberapa, bikin puisi, ngasih lukisan. Nah salah satunya mungkin elektoral, kan begitu. Itu kan rasa terima kasih juga," tutunya. 

"Makanya jadi pemimpin kerja saja yang benar. Karena kalau kerja benar, orang juga melihat, memonitor," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar