Perpres Nomor 10 Tahun 2021, Legakan Petani Arak Bali

Pembuatan Arak Bali (IST)

KBRN, Denpasar: Ditandatanganinya Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal, yang ditetapkan tanggal 2 Pebruari 2021, menjadikan minuman Arak Bali, Brem Bali, dan Tuak Bali sebagai usaha yang sah untuk diproduksi dan dikembangkan.

Gubernur Bali Wayan Koster di Denpasar mengatakan, Perpres Nomor 10 Tahun 2021 ini merupakan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.// Dijelaskan, dengan terbitnya Perpres Nomor 10 Tahun 2021, maka izin usaha industri beserta perluasan usaha minuman fermentasi dan /atau destilasi khas Bali yakni Tuak Bali, Brem Bali, Arak Bali, produk artisanal dan arak/brem untuk upacara keagamaan sangat terbuka untuk dikembangkan oleh Krama Bali.

Gubernur Bali mengatakan akan mengambil kebijakan dalam pengembangan usaha industri beserta perluasan usaha minuman fermentasi dan/atau destilasi khas Bali melalui Industri Kecil dan Menengah (IKM) berbasis kerakyatan di sentra-sentra perajin arak. " Penguatannya akan dilakukan dengan Koperasi atau UMKM, sehingga usaha rakyat ini dapat difasilitasi melalui akses permodalan, pendampingan mutu, kemasan, branding, dan pasar," ucapnya.

Sementara petani arak Bali Jero mangku Gede Yudiawan kepada RRI di Buleleng mengaku senang dengan turunnya Perpres ini. Dengan demikian produksi arak Bali yang selama ini hanya sebagai pekerjaan sambilan sebagai pekerjaan utama.

“ Kalau sudah ada etikad baik dari Pemerintah sehingga kami petani arak mendapatkan legalitas dari Pemerintah kami sangat seneng sekali. Karena bagi saya buat arak di desa itu disamping melestarikan warisan leluhur kan juga menjadikan mata pencaharian juga," ucapnya.

Jero mangku gede yudiawan mengatakan, sebelum keluarnya Perpres ini dirinya menjual arak untuk tamu-tamu wisatawan yang berwisata kedesanya. Namun semenjak pandemic covid-19 usahanya menjadi sepi. Ia berharap Pemerintah tidak saja mengeluarkan paying hukum untuk produksi arak tetapi juga membantu pemasarannya sehingga arak Bali bersanding dengan minuman-minuman beralkohol dari luar.

Ketua Koperasi   KBS Padat desa Tri Eka Buana sidemen Karangasem, I Gede Artayasa mengatakan, menyambut baik Perpres ini yang sejalan dengan Pergub nomor 1 tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali,bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani arak.

“ Mudah-mudahan juga bisa berjalan sehingga masyarakat khususnya petani arak Bali yang diproduksi tradisional. Sekarang itu banyak arak fermentasi yang menggunakan bahan kimia Mudah-mudahan dengan keluarnya Perpres ini terutama arak Bali yang terbuat dari alami bisa sejahtera petani nya,” ujarnya.

Gede Artayasa mengatakan, sebelum masuknya arak luar hasil fermentasi, hasil petani arak  masyarakat desa Tri eka buana dibawa ke pengepul.// Sejak terbentuknya koperasi ini, para petani arak tidak lagi membawa hasil araknya ke pengepul tetapi ke koperasi karena produksi arak saat ini sudah legal petani tidak lagi merasa takut karena sebelum ada Pergub dan Perpres produksi arak dianggap illegal.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00