Tanpa Masker, Empat Warga Kintamani Diganjar Push Up

Tanpa Masker, Empat Warga Kintamani Diganjar Push Up. (Istimewa)

KBRN, Bangli : Empat warga di kawasan Kintamani terjaring razia yang dilaksanakan Tim Yustisi Kabupaten Bangli, Minggu (21/1/2021). 

Keempat warga itu kedapatan tidak mengenakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. 

Dandim 1626/Bangli, Letkol Inf I Gde Putu Suwardana mengakui, adanya penindakan terhadap empat warga di Kintamani. Keempat warga itu menurutnya diganjar sanksi fisik berupa push up. 

Sanksi tersebut diharapkan membuat masyarakat lebih disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. 

"Kami akan mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim gabungan Pemda Bangli dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ungkapnya ketika dikonfirmasi wartawan, Minggu (21/1/2021). 

"Selain menjatuhkan sanksi kepada para pelanggara, Tim Yustisi kami harapkan tidak bosan menyosialisasikan pentingnya 3M (Mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, Memakai masker dan menjaga jarak minimal 1 meter)," imbuhnya. 

Dandim Bangli lebih lanjut menyampaikan, operasi yustisi gabungan telah dilaksanakan secara komprehensif di wilayah Kintamani. Langkah itu disebut langkah konkrit mendukung pengendalian Covid-19.

"Sesuai Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2021 di wilayah Kintamani, operasi yustisi masih konsisten dilaksanakan," tegasnya. 

Ia membeberkan, tim gabungan yang terdiri dari anggota TNI , Polri, Satpol PP, BPBD, Dinas Kesehatan dan Pecalang telah memantau sejumlah tempat di wilayah Kintamani diantaranya obyek wisata seputaran Pura Pasar Agung Kintamani. 

"Meskipun sepi pengunjung tim tetap berjaga, apabila ada pengunjung yang datang tim memberikan imbauan tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan agar penyebaran Covid-19 dapat ditekan dengan maksimal," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00