ASITA Bali Sentuh Korban Bencana Jembrana dan Kaum Disabilitas

DPD ASITA Bali ketika menyerahkan bantuan kepada Yayasan Perlindungan Perempuan dan Anak. (Istimewa)
DPD ASITA Bali ketika menyerahkan bantuan kepada korban bencana banjir di Jembrana. (Istimewa)

KBRN, Denpasar : Kelesuan pariwisata tak lantas mengikis kepedulian para pegiat sektor plesiran terhadap sesama. Setidaknya pesan itu yang ingin disampaikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Bali. 

Karena ditengah momentum HUT ke-50, ASITA Bali melakukan bakti sosial ke sejumlah lokasi di Pulau Dewata. Bakti sosial (baksos) itu dilaksanakan dua hari berturut-turut yaitu Minggu 17 Januari 2021 dan Senin 18 Januari 2021. 

Ketua DPD ASITA Bali Komang Takuaki Banuartha bersama Ketua DEPETA DPD Asita Bali Komang Nurjaya Mahartha. (Istimewa)

Ketua DPD ASITA Bali Komang Takuaki Banuartha menjelaskan, untuk hari pertama, pihaknya menyasar korban banjir di Kabupaten Jembrana. 

Ia menyebut, baksos yang melibatkan lima asosiasi lain yaitu Bali Tourism Board (BTB/GIPI), Persatuan Golf Indonesia (PGI), Bali Golf Club (BGC), Indonesia Pajero Club (IPC), dan Lembaga Karate-Do Indonesia (LEMKARI) itu menyasar tiga desa di Bumi Makepung. 

Ketiga desa tersebut meliputi Medewi, Pulukan, dan Pekutatan. Aksi spontan enam asosiasi ini juga menggandeng Bupati Jembrana terpilih, I Nengah Tamba. 

"Jadi kami salurkan disana 150 sembako. Dan diterima langsung oleh wakil dari masyarakat yang langsung terkena musibah atau bencana," ungkapnya kepada RRI di Denpasar, Senin (18/1/2021). 

Sedangkan untuk baksos hari kedua, DPD ASITA Bali menyambangi dua lokasi meliputi Yayasan Cahaya Mutiara Ubud serta Yayasan Perlindungan Perempuan dan Anak. 

"Di Yayasan Cahaya Mutiara Ubud kami dari DPD ASITA Bali menyerahkan 25 boks sembako dan uang tunai sebesar Rp4 juta," ujarnya.

Ketua DPD ASITA Bali Komang Takuaki Banuartha bersama pengurus DPD ASITA Bali saat mengunjungi Yayasan Cahaya Mutiara Ubud. (Istimewa)

Komang Banu mengakui, di usia emas kali ini, DPD ASITA Bali fokus pada kegiatan sosial. Terlebih ditengah pandemi Covid-19, banyak masyarakat mengalami kesulitan menjalani hidup. 

"Walaupun disaat pandemi Covid-19, kita semua susah, namun kalau kita melihat ke bawah mungkin ada suadara kita yang lebih susah dari kita. Dengan pertimbangan itu lah kami jalan untuk melakukan kegiatan sosial," ucapnya. 

Tak sekadar bertepatan dengan HUT ke-50, DPD ASITA Bali kata Komang Banu juga mengagendakan aksi serupa secara komprehensif. Aksi sosial yang pihaknya agendakan, diharapkan mampu mengurangi beban hidup masyarakat. 

DPD ASITA Bali ketika menyerahkan bantuan kepada Yayasan Cahaya Mutiara Ubud. (Istimewa)

"Kita tidak berharap ada bencana. Jadi selalu hadir didalam masalah yang dihadapi oleh masyarakat, terutama yang terkena bencana. Kita selalu berkesinambungan melakukan kegiatan sosial, sejak dulu memang begitu," kata Komang Banu. 

"Saat ini ditengah pandemi Covid-19 kita lebih menggiatkan kegiatan sosial. Apalagi kondisi saat ini. Saudara-saudara kita yang lebih susah tentu juga banyak. Kita akan berusaha, kedepannya ASITA bersama Bali Tourism Board akan terus bersinergi untuk melakukan kegiatan sosial. Disamping kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan upaya membangkitkan sektor pariwisata," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00