JR Bali Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Pramugari Sriwijaya Air

Kepala Cabang PT. Jasa Raharja Cabang Bali Dwi Sasono secara simbolis menyerahkan santunan kepada ahli waris Mia Tresetyani, Jumat (15/1/2021). (Istimewa)

KBRN, Denpasar : Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri kembali mengidentifikasi enam korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182, Kamis (14/1/2021). Hingga kini, 12 jenazah korban tragedi jatuhnya pesawat di perairan Kepulauan Seribu itu telah teridentifikasi. 

Enam jenazah korban Sriwijaya Air rute Jakarta - Pontianak yang teridentifikasi adalah Ricko (32), Ihsan Adlan Hakim (33), Supianto (37), Pipit Priyono (23), Mia Tresetyani (23), dan Yohanes Suherdi (37). 

Salah seorang yang berhasil teridentifikasi yaitu Mia Tresetyani (pramugari) merupakan warga asal Bali. 

Menyikapi itu, PT. Jasa Raharja Cabang Bali langsung mendatangi kediaman korban, Jumat (15/1/2021) pagi. 

Ketika mendatangi rumah korban di Jalan Tukad Gangga, Gang Tirta Nomor 6A, Denpasar, Kepala Cabang PT. Jasa Raharja Cabang Bali Dwi Sasono didampingi Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali I Gede Wayan Samsi Gunarta, dan Distrik Manager Sriwijaya Air Bali Hendrik Ardiansah. 

Tim PT. Jasa Raharja Cabang Bali mendatangi kediaman Pramugari korban kecelakaan Sriwijaya Air, Mia Tresetyani, Jumat (15/1/2021). (Istimewa)

Kepala Cabang PT. Jasa Raharja Cabang Bali, Dwi Sasono menjelaskan, kedatangan pihaknya tersebut untuk menyerahkan santunan kepada ahli waris Mia Tresetyani. 

"Seperti kita ketahui, kemarin tanggal 14 Januari 2021, pihak Mabes Polri sudah mengidentifikasi bahwa almarhumah Mia dinyatakan sebagai salah satu korban kecelakaan Sriwijaya Air," kata Dwi Sasono kepada wartawan, Jumat (15/1/2021). 

Dwi Sasono menyampaikan, penyerahan santunan ini kurang dari 1 x 24 jam pasca jenazah Mia Tresetyani berhasil diidentifikasi. Hal ini merupakan komitmen Jasa Raharja untuk memberikan pelayanan terbaik, mudah, cepat dan tepat sebagai wujud negara hadir bagi korban kecelakaan alat angkutan umum.

"Sebagai informasi, penyerahan hari ini merupakan satu dari empat penyerahan santunan yang dilakukan di tiga cabang. Yaitu cabang Bali, cabang Kalimantan Barat, dan cabang Lampung," ungkapnya. 

"Tentunya kejadian ini suatu pembelajaran buat kita dan tentunya kita selalu belajar dari pengalaman untuk melakukan perbaikan," imbuhnya. 

Dwi Sasono lebih lanjut mengatakan, nilai santunan yang diserahkan kepada ahli waris Mia Tresetyani sebesar Rp50 juta. 

Nilai tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15 Tahun 2017 tentang Besar Santunan dan Iuran Wajib Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang Alat Angkutan Penumpang Umum di Darat, Sungai/Danau, Feri/Penyeberangan, Laut, dan Udara. 

"Santunan sudah ditransfer langsung ke rekening Bapak Zet Wadu (Ayah Mia Tresetyani)," ucapnya. 

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Gede Wayan Samsi Gunarta menilai, tragedi yang menimpa Sriwijaya Air SJ-182 adalah kejadian yang sudah digariskan Tuhan. Namun dibalik itu semua, masyarakat dapat memaknai totalitas Mia Tresetyani dalam menunaikan pekerjaan.

"Dan kelihatannya, ini sudah menjadi sesuatu yang harus kita terima, dan mudah-mudahan keluarga bisa menerima dengan baik. Sekaligus juga buat anak-anak muda, situasi seperti ini bisa terjadi dimana saja, tetapi jangan takut, kita harus tetap berbuat. Bagaimanapun juga Mia ini memberikan inspirasi untuk kita selalu memberikan yang terbaik," tuturnya. 

Samsi Gunarta memastikan, pihaknya akan terus mengawal seluruh hak korban. Menurutnya, Mia Tresetyani dengan seluruh dedikasinya terhadap dunia perhubungan Indonesia, sudah selayaknya mendapatkan yang terbaik. 

"Dengan kejadian ini kami sangat berduka cita. Karena Mia itu adalah salah satu orang yang memang telah mengkontribusikan waktu dan tenaganya untuk dunia perhubungan. Saya hanya bisa memastikan bahwa seluruh proses berjalan baik dan kemudian apa yang menjadi hak-hak bersangkutan bisa tersampaikan dengan baik," sebutnya. 

Distrik Manager Sriwijaya Air Bali, Hendrik Ardiansah pada kesempatan yang sama mengucapkan terima kasih atas respon cepat dari PT. Jasa Raharja Cabang Bali, dan Dinas Perhubungan Provinsi Bali. 

"Tentunya saya mewakili pihak keluarga juga berterima kasih yang mendalam atas perhatiannya kepada kami. Kalau boleh saya menambahkan, bahwasanya almarhumah Mia ini adalah sosok Pramugari yang terbaik diantara yang terbaik," kenangnya. 

"Almarhumah merupakan sosok yang ceria, yang humble, rendah hati terus baik dengan semua orang. Dan yang paling penting dari sosok almarhumah ini yang dikenang adalah taat beribadah. Semoga Tuhan menerima seluruh amal ibadahnya dan diberikan tempat yang terbaik disisiNya," lanjut Hendrik Ardiansah. 

Kakak sepupu Mia Tresetyani, Yudi Irawan menyampaikan, rasa syukur atas bantuan yang datang dari semua pihak, termasuk dari PT. Jasa Raharja Cabang Bali. 

"Kami juga memohon doa, agar jenazah Mia yang sudah teridentifikasi yang rencananya nanti akan kita bawa pulang ke Bali bisa dilancarkan," tuturnya. 

Ditanya rencana pemulangan jenazah, Yudi menyebut pihak keluarga Mia Tresetyani masih menunggu keputusan pemerintah. 

"Karena operasi ini masih berjalan. Mungkin nanti sore akan ada pengumuman, apakah operasi ini akan dilanjutkan atau dihentikan. Jadi kami masih menunggu. Yang jelas keputusan resmi dari pemerintah maupun dari teman-teman dari maskapai di Sriwijaya Air. Nanti kami akan disampaikan kapan waktunya untuk serah terima. Apakah nanti di Jakarta serah terimanya atau disini. Itu sangat dinamis sekali, sangat fleksibel," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00