FOKUS: #VAKSIN COVID-19

SE Gubernur Bali Berakhir, Kosgoro: Sekarang Fokus Vaksinasi Covid-19

Ketua PDK Kosgoro 1957 Provinsi Bali Komang Takuaki Banuartha. (KBRN)

KBRN, Denpasar : Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 2021 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, berakhir Senin (4/1/2021). 

Ketua PDK Kosgoro 1957 Provinsi Bali, Komang Takuaki Banuartha menilai, pemberlakukan SE itu cukup efektif dalam menekan penyebaran virus corona. 

Alasannya, wisatawan nusantara via udara yang wajib menyertakan hasil Swab Test berbasis PCR, dan Rapid Test Antigen bagi pengguna jalur darat/laut, mampu meminimalisasi potensi penularan Covid-19. 

SE yang sempat menuai pro kontra itupun, dianggap tidak berdampak terhadap minat calon pelancong domestik menghabiskan masa libur akhir tahun di Pulau Dewata. 

"Jadi wisatawan tetap datang ke Bali. Kita lihat tanggal 31 Desember 2020, dimulai tanggal 30 Desember 2020 sampai tanggal 3 Januari 2021 itu macetnya seperti tidak ada Covid-19," katanya kepada wartawan usai orientasi tatap muka Kosgoro 1957 Provinsi Bali di Denpasar, Senin (4/1/2021).

"Cuma yang saya agak sesalkan sedikit, jangka waktu diterbitkannya SE tersebut terlalu singkat. Jadi semua sudah persiapan berlibur, hanya dengar 2 x 24 jam sudah frustasi wisatawan, dan membatalkan segera. Padahal setelah itu ada SE yang dikeluarkan Gubernur Bali, memperpanjang syarat itu menjadi 7 hari. Ada juga yang sudah mendengar berita itu sejak awal, tetap datang ke Bali," imbuhnya. 

Meski mengakui efektivitas SE itu, akan tetapi Komang Banu berharap, tidak ada perpanjangan dari surat edaran tersebut. Menurutnya, pemerintah saat ini harus fokus pada proses vaksinasi Covid-19.

"Kalau diperpanjang lagi, sepertinya vaksin kan sudah datang, sudah tiba di Bali. Nah lebih baik itu yang segera kita laksanakan. Saya berharap sih sudah mulailah kita harus laksanakan vaksinasi tersebut," tegasnya. 

"Tadi juga disebutkan, silahkan kader Kosgoro yang pertama mengajukan diri. Karena kan kebanyakan orang takut juga dengan vaksin. Karena barang baru yang kita belum tahu dampaknya seperti apa. Kami sih siap saja. Sebagi contoh kepada masyarakat, agar masyarakat tidak takut," sambungnya. 

Anggota DPRD Kota Denpasar Anak Agung Ngurah Gede Widiada. (KBRN)

Sementara Anggota DPRD Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Widiada setuju, jika SE Gubernur Bali Nomor 2021 Tahun 2020 diperpanjang. Sebagai destinasi pariwisata dunia, diperlukan proses screening ketat terhadap aktivitas masyarakat keluar masuk Bali. 

"Kalau saya harapkan ya bisa diperpanjang. Artinya diperpanjang dengan memberikan penjelasan kepada yang ingin datang ke Bali. Karena dimana-mana kita masuk ke suatu negara pasti ada syarat yang sangat ketat terkait dengan Covid-19 sekarang itu," tegasnya. 

Tak sebatas menerbitkan regulasi, aparat terkait juga diminta konsisten menjalankan aturan tersebut. Widiada mengaku sempat menerima laporan soal petugas di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang masih lalai dalam memeriksa seluruh syarat masuk Bali.

"Ini akan memperburuk citra kita di mata internasional. Bagaimanapun juga berita yang ada disini akan menyebar ke luar," tuntasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00