Kumpul di Bali, BPKP: Kami Ingin Hidupkan Pariwisata Pulau Dewata

Asisten III Setda Provinsi Bali I Wayan Suarjana didampingi Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bali Muhammad Masykur (kiri), dan Inspektur Kabupaten Badung Ni Luh Suryaniti (kanan). (KBRN)

KBRN, Nusa Dua : Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menggelar rapat kerja, selama 2 hari (20 dan 21 November 2020), di Nusa Dua. 

Kegiatan yang dihadiri 200-an peserta dari 34 provinsi ini mengusung tema "Transformasi Pengawasan BPKP dalam Mengawal Akuntabilitas dan Efektivitas Pembangunan Nasional". 

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bali, Muhammad Masykur menjelaskan, rapat kerja kali ini sengaja dilaksanakan di Bali. Pihaknya berharap, kehadiran peserta dari perwakilan BPKP se-Indonesia ini dapat menggerakkan kembali sektor kepariwisatan Pulau Dewata. 

"Sejatinya guna menunjukkan sikap simpati dan empati dari pemerintah. Bali menjadi paling terpukul, sepertinya ya, karena pandemi COVID-19 ini," ungkapnya kepada wartawan di Nusa Dua, Jumat (20/11/2020). 

"Mengingat selama ini sektor pariwisata disini menjadi tumpuan ekonomi daerah, dan juga Bali sebagai salah satu penyumbang devisa terbesar Tanah Air. Kalau tidak salah kontribusinya sekitar 40 persen disektor pariwisata," lanjutnya. 

Masykur lebih lanjut menjelaskan, rapat kerja ini membahas berbagai hal. Diantaranya soal penguatan pengawasan berbagai program pemulihan perekonomian nasional ditengah pandemi COVID-19. 

Ia memastikan, hasil dari rapat kerja ini akan menjadi rekomendasi bagi pemerintah. 

"Tentunya hasil-hasil raker ini akan kami tindaklanjuti. Untuk lebih memantapkan langkah-langkah BPKP juga dalam melakukan pengawasan dan hasilnya tentunya kita sampaikan kepada pemerintah. Yang ujungnya kita harapkan adalah tindaklanjutnya," ujarnya. 

Asisten III Setda Provinsi Bali, I Wayan Suarjana pada kesempatan yang sama mengapresiasi rapat kerja yang diadakan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan. Pemerintah Provinsi Bali berharap, rapat kerja ini membuahkan hasil signifikan yang berkelanjutan. 

"Kami juga menyampaikan terima kasih, karena didalam melaksanakan rapat kerja ini, sudah barang tentu untuk peningkatan pariwisata Bali. Kami menyampaikan bahwa Bali ini aman, dan sudah pasti melaksanakan sesuatu dengan protokol kesehatan," lanjutnya. 

Sementara Inspektur Kabupaten Badung, Ni Luh Suryaniti juga menyambut baik raker BPKP ini. Ia berharap, kegiatan ini dapat menggeliatkan kembali sektor kepariwisataan yang sedang terpuruk.

"Seperti kita ketahui bersama bahwa dengan adanya pandemi COVID-19 ini, kami di Kabupaten Badung sangat merasakan dampaknya dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kami," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00