Cuti Bersama, Layanan Samsat di Bali Dipastikan Normal

Kepala Badan Pendapatan Daerah Bali I Made Santha. (KBRN)

KBRN, Denpasar : Pemerintah menetapkan cuti bersama pada Rabu 28 Oktober 2020, dan Jumat 30 Oktober 2020. 

Libur panjang dipenghujung Oktober ini, dipastikan tidak mempengaruhi layanan di kantor samsat se-Bali. 

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bali, I Made Santha mengemukakan, pelayanan samsat hanya libur pada hari Kamis 29 Oktober 2020. 

Kebijakan tersebut sesuai Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 003.1/8211/PK/BKD tanggal 13 April 2020 tentang Perubahan Kedua Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020. Selain itu pihaknya juga mengacu pada Keputusan Rapat Tim Pembina Samsat Provinsi Bali tanggal 23 Oktober 2020. 

"Kami sampaikan kepada seluruh masyarakat, silahkan menyelesaikan kewajibannya, untuk menyelesaikan pembayaran pajak kendaraan bermotor pada saat cuti bersama, dimana kantor samsat seluruh Bali di kabupaten/kota se-Bali, tetap buka pelayanannya. Saya garis bawahi, pada hari Rabu tanggal 28 Oktober 2020, dan hari Jumat tanggal 30 Oktober 2020, hari Sabtu tanggal 31 Oktober 2020, pelayanan samsat dibuka seperti biasa, yaitu mulai Pukul 08.00 WITA sampai Pukul 14.00 WITA, terutama hari Rabu. Kemudian hari Jumat dan hari Sabtu dibuka mulai Pukul 08.00 WITA sampai Pukul 13.00 WITA," ungkapnya kepada wartawan di Kantor Bapenda Bali, Selasa (27/10/2020). 

Bagi masyarakat yang pajak kendaraan bermotor (PKB) nya jatuh tempo pada Kamis 29 Oktober 2020, Santha memastikan, tidak ada pengenaan denda/sanksi jika ditunaikan hari Jumat 30 Oktober 2020. 

"Kebetulan juga kebijakan Gubernur atas pemutihan, pembebasan atas denda dan bunga pajak kendaraan bermotor sampai dengan tanggal 18 Desember 2020, sehingga saya pikir, apa yang terjadi dalam proses tanggal 29 Oktober 2020 itu, pada posisi aman dia," ucapnya. 

"Dan kami juga mengimbau, tolong kesempatan (pemutihan denda) sampai tanggal 18 Desember 2020 itu supaya dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh masyarakat (wajib pajak). Karena Pemerintah Provinsi Bali mengeluarkan dua kebijakan relaksasi, satu relaksasi di pemutihan, kemudian yang kedua adalah pembebasan BBNKB II. Jadi untuk balik nama kendaraan bekas, dari penguasaaan, menjadi kepemilikan, itu biaya BBN-nya di nol kan, atau dibebaskan, sampai tanggal 18 Desember 2020," sambung mantan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali itu. 

Santha menyampaikan, pandemi COVID-19 mengakibatkan layanan samsat di Bali turun signifikan. Penurunan disebut menyentuh angka 50%. Sebelum pandemi corona, layanan khususnya di UPT Samsat Denpasar mencapai 3.000 hingga 4.000 orang per hari.

"Kalau sekarang ini hampir 50 persennya. Jadi disekitaran 1.800 sampai 2.000 orang per hari," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00