Tantangan Democracy DItengah Pandemi Covid-19

KBRN,Denpasar: Salah satu langkah untuk menjaga demokrasi ditengah Pandemic Covid-19,  yaitu dengan mengutamakan sebuah transparansi. Transparansi yang dimaksud adalah dengan memberikan informasi sebenar-benarnya kepada masyarakat mengenai bagaimana perkembangan pandemi COVID-19 di negara tersebut.

Hal itu disampaikan President for Global Action Italy, Vanessa Boi dalam Bali Democracy Students Conference IV yang mengangkat tema Democracy, Youth, and COVID-19 oleh Kementerian Luar Negeri RI pada Rabu (21/10).

Menurut Vanessa, hal tersebut penting dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran informasi palsu yang justru memperburuk situasi ditengah pandemi.

Narasumber lainnya, Ridwansyah Yusuf Achmad, selaku staff ahli Gurbenur Jawa Barat mengatakan , ada tiga cara yang dapat dilakukan pemuda untuk membantu dan membentuk demokrasi yang baik. Beberapa diantaranya adalah aktif dalam politik, aktif dalam kehidupan sosial dan selektif dalam menerima informasi.

“if we can push the politics, we can push for a better living, we can push for a better condition after pandemic” tuturnya.

Menurutnya, demokrasi merupakan kunci maju atau mundurnya tataan kenegaraan sebuah negara. Dikatakan, terwujudnya demokrasi tidak terlepas dari peran para pemuda.  

Head Of ASEAN & International Studies Centre, Universitas Pendidikan Nasional Bali, Anak Agung Mia Intentilia mengajak pemuda tetap menjaga demokrasi dengan selalu menyampaikan informasi yang benar . Dikatakan, sebelum membagikan informasi tersebut hendaknya selalu melakukan cek dan ricek untuk memastikan  kebenaran informasi tersebut.

Sementara Peneliti Center for Strategic and International Students, Edbert Gani Suryahudaya mengatakan, aktivitas demokrasi di tengah pandemi covid-19 seolah dibatasi oleh pemerintah.  

Menurutnya, banyak aktivitas demokrasi yang dibatasi, salah satunya ialah pemilu. Namun ketika pemilu ditunda akan hadir keraguan dari masyarakat kepada  pemerintah.

Selain pemilu yang kemungkinan ditunda, GANI juga menambahkan pengawasan digital ditakutkan akan melemah. Sehingga membuat lebih banyaknya tersebar hoax di tengah masyarakat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00