Pemprov Bali Soroti Klaster Upacara Agama dan Sabung Ayam

Pemprov Bali Soroti Klaster Upacara Agama dan Sabung Ayam. (Istimewa)

KBRN, Denpasar : Pemerintah Provinsi Bali menyimpulkan, tingginya kasus penularan korona 2 pekan terakhir terjadi di klaster keluarga dan upacara agama. 

Berbicara klaster upacara agama, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menyebut, pihaknya memberikan perhatian serius selama perayaan Galungan, Rabu 16 September 2020. 

Pemerintah kata Cok Ace menerjunkan tim untuk memantau, agar perayaan Galungan tidak menimbulkan klaster baru. 

"Sebenarnya ini beberapa hari terakhir di Bali ini kan banyak upacara-upacara menjelang Galungan. Ada Ngaben, pernikahan banyak terjadi. Ini juga menjadi klaster," katanya kepada RRI di Denpasar (14/9/2020). 

Tidak hanya klaster upacara agama, Pemerintah Provinsi Bali kata Cok Ace juga menyoroti penularan virus korona di arena tajen (sabung ayam). 

"Dan klaster yang kita juga lagi konsentrasi dan perhatikan klaster tajen (sabung ayam). Ini kan dropletnya tinggi sekali, teriak-teriak di tajen itu, dan lokasinya kecil," tegas Cok Ace yang juga Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Bali itu. 

Menyikapi kondisi tersebut, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengimbau, masyarakat Bali tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. 

Mantan Bupati Gianyar ini tak menutup mata, masih ada warga yang abai terhadap protokol kesehatan. 

Oleh karena itu, pihaknya akan lebih tegas dalam implementasi Peraturan Gubernur Nomor 46 Tahun 2020. 

Regulasi ini mengatur tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru. 

"Pergub ini bukan semata-mata berbicara soal sanksi. Peraturan Gubernur ini tujuan utamanya adalah membiasakan masyarakat disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Apalagi penyebaran COVID-19 dalam beberapa waktu terakhir sangat tinggi," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00