Turun, Kasus Baru COVID-19 di Bali Dibawah 100

Turun, Kasus Baru COVID-19 di Bali Dibawah 100. (Istimewa)

KBRN, Denpasar : Kasus COVID-19 di Bali pada awal pekan kedua September 2020 ini menunjukkan penurunan. Tidak seperti 13 hari terakhir, kasus terkonfirmasi korona dalam 24 jam berada dibawah angka 100 orang.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali menunjukkan, penambahan kasus per 14 September 2020 sebanyak 86 orang. Hingga kini kasus korona di Pulau Dewata mencapai 7.312 orang. 

Sayangnya, kembali terjadi penambahan pasien meninggal dunia sebanyak 5 orang. Pasien meninggal dunia di Bali akibat korona sampai Senin 14 September 2020 diangka 179 orang. 

Meski demikian, tetap ada kabar baik dari upaya pemerintah menangani penyebaran korona. Terjadi penambahan pasien yang sembuh sebanyak 91 orang. Secara kumulatif, pasien yang sudah sembuh dari COVID-19 mencapai 5.782. 

Sedangkan kasus aktif/pasien dalam perawatan saat ini berjumlah 1.351 orang. 

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra menegaskan, kunci penanggulangan virus korona adalah disiplin menerapkan protokol kesehatan. 

"Kami mengimbau, agar ajakan pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19 ini terus kita ikuti bersama-sama," tegas Dewa Indra dalam siaran pers yang diterima RRI, Senin (14/9/2020). 

Sementara Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menyebut, narasi new normal membuat masyarakat menganggap situasi sudah kembali seperti sediakala. Kondisi itu diakui berpengaruh terhadap kepedulian sebagian warga dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Sesungguhnya sih kita bisa sebagaimana Pak Presiden harapkan, kita berdamai dengan COVID-19, bisa. Asalkan kita betul-betul menuruti pedoman-pedoman, misalnya pakai social distancing, physical distancing, kita jaga jangan kerumuman. Kerumuman kita hindari, apalagi kerumuman-kerumuman dalam rangka upacara sekarang. Ini kan sekarang merasa kita sudah seolah-olah sudah tidak ada COVID-19 lagi. Kemudian pakai masker. Kalau itu saja bisa dilaksanakan, saya kira kira masih bisa berjalan berdampingan dengan COVID-19," sebut mantan Bupati Gianyar itu. 

Rektor Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), Dr. Nyoman Sri Subawa mengatakan, tidak alasan bagi siapapun untuk lalai dalam menjalankan protokol kesehatan. 

Terlebih Pemerintah Provinsi Bali sudah memiliki Peraturan Gubernur Nomor 46 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru. 

"Masyarakat mesti diberikan semacam edukasi lebih disiplin dan kesadaran warga mesti harus ditingkatkan, terutama dengan protokol kesehatan. Hal ini yang perlu diberikan lebih ditekankan kepada masyarakat, bagaimana mereka mampu dan melaksanakan protokol kesehatan dengan baik," katanya. 

Ia pun menyarankan, pemerintah menyosialisasikan protokol kesehatan lebih optimal. Ia menilai, selama ini tidak semua masyarakat memiliki kesadaran untuk menjalankan protokol kesehatan, minimal menggunakan masker ketika beraktivitas diluar rumah. 

"Ini yang perlu kita cermati, sehingga berharap yang saat ini kasus COVID-19 cukup tinggi, dan pandemi ini tentunya sulit kita prediksi. Dan berharap kesadaran masyarakat ditumbuhkan," ucapnya. 

"Kita mesti turun kebawah dan menyosialisasikan dengan cermat, selalu mengingatkan mereka. Saya kira itu penting, tidak bisa hanya pemerintah, tetapi masyarakat harus bersama-sama menyadari akan pentingnya mengikuti protokol kesehatan ini," pungkas Sri Subawa.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00