Terapi Plasma Dapat Tingkatkan Imunitas Tubuh, Ini Penjelasan Kadiskes Bali

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya. (KBRN)

KBRN, Denpasar : Terapi plasma konvalesen (TPK) menjadi salah satu alternatif untuk menyembuhkan pasien positif COVID-19.  

TPK merupakan vaksinasi pasif dari pasien positif COVID-19 yang telah dinyatakan sembuh. Setelah proses donor, plasma tersebut diberikan kepada pasien positif korona yang masih dalam perawatan. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya mengakui, terapi plasma konvalesen bisa meningkatkan imunitas tubuh pasien korona. 

Ia menyebut, terapi ini sudah dijalani 11 pasien positif COVID-19. Dari angka itu, 8 orang diantaranya telah dinyatakan sembuh. 

"Memang terapi plasma konvalesen ini adalah upaya untuk memberikan kekebalan pasif kepada seorang penderita, khususnya yang mereka mengalami gejala yang berat dan kritis. Karena plasmanya itu, isinya adalah hemoglobin. Jadi kekebalan, dan nanti disuntikkan kepada seseorang, sehingga kekebalan tubuhnya meningkat, untuk melawan virus," ungkapnya kepada wartawan di Aula Makodam IX/Udayana, Rabu (12/8/2020). 

"Ini semacam tentara yang dimasukkan kedalam tubuh, sehingga tentara ini dia mengusir musuhnya. Jadi dengan demikian, penderita ini akan meningkat kekebalannya, sehingga perlahan-lahan nanti penyakitnya akan berkurang, sampai akhirnya bisa sembuh," lanjutnya. 

Di Bali, donor plasma konvalesen telah dilakukan oleh 40 orang. Ia mengakui, donor plasma konvalesen tidak mudah, karena harus memenuhi berbagai persyaratan. 

"Memang harus ada seleksi juga. Karena ada syarat-syarat untuk pendonor ini. Misalnya dia laki-laki dibawah 50 tahun, kalau perempuan itu yang belum menikah. Ada syarat-syarat tertentu, sehingga seleksinya ini memang ketat. Jadi mereka yang lolos seleksi inilah yang diminta untuk bisa menjadi pendonor," bebernya. 

Guna mendukung upaya Pemerintah Provinsi Bali, Kodam IX/Udayana telah menggelar donor plasma konvalesen, Selasa (11/8/2020). Kegiatan yang digelar di Aula Makorem 163/Wira Satya itu melibatkan 28 pendonor.

Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Kurnia Dewantara. (KBRN)

Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Kurnia Dewantara menjelaskan, para pendonor merupakan veteran COVID-19 alias pasien korona yang telah dinyatakan sembuh. Atas dedikasi itu, pihaknya disebut memberikan apresiasi bagi para pendonor plasma konvalesen. 

"Jadi ini hari ini, setelah kemarin anggota Kodam IX/Udayana sejumlah 28 orang memberikan donor darah untuk plasma konvalesen, dan pada sore hari ini saya selaku Pangdam IX/Udayana memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada anggota Kodam IX/Udayana yang memberikan donor darahnya," ujarnya.

"Mereka saya anggap sebagai veteran perang melawan COVID-19. Karena mereka sudah berhasil sembuh untuk melawan COVID-19 ini," sambungnya. 

Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Kurnia Dewantara memberikan apresiasi bagi personel yang mengikuti donor plasma konvalesen. (KBRN)

Jenderal bintang dua itu berharap, semangat 28 personelnya dapat diikuti pasien korona yang telah sembuh. Karena semakin banyak pendonor plasma konvalesen, akan meningkatkan harapan kesembuhan para pasien COVID-19. 

"Mari masyarakat Bali, bersama-sama mendukung pemerintah, untuk bisa melakukan berbagai upaya. Bagaimana meningkatkan kesembuhan. Bagaimana menekan terjadinya masyarakat kita yang meninggal (akibat COVID-19). Salah satu cara adalah dengan memberikan donor plasma konvalesen," tutun mantan Komandan Seskoad tersebut. 

"Oleh karena itu, bagi masyarakat yang sudah pernah kena COVID-19, saya imbau untuk mau dan berkenan secara sukarela memberikan plasmanya," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00