Pemerintah 'Intip' 239 Pasar Rakyat di Bali

KBRN, Denpasar : Pasar rakyat dianggap menjadi salah satu klaster penularan virus korona di Indonesia, termasuk Bali.

Menyiasati kondisi itu, Pemerintah Provinsi Bali menempuh sejumlah langkah. Salah satunya memperketat pengawasan pasar rakyat di 9 kabupaten/kota se-Bali. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, I Wayan Jarta mengatakan, pencegahan pasar tradisional sebagai klaster penyebaran COVID-19 telah terangkum dalam Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 3355 Tahun 2020. SE itu secara khusus mengatur tentang Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru.

Pihaknya disebut telah membentuk tim untuk memantau implementasi SE tersebut di lapangan. Tim itu berintikan TNI, Polri, unsur pemerintah kabupaten/kota, dan pecalang. Tidak sebatas memantau, tim tersebut juga melakukan evaluasi terhadap penerapan protokol tatanan kehidupan era baru di 239 pasar rakyat di Pulau Seribu Pura. 

"Kita lihat secara umum, memang masih ada satu, dua pengunjung di pasar yang kurang disiplin. Ada beberapa, satu, dua pasar yang memang belum menyiapkan sarana prasarana, sesuai dengan yang kita harapkan. Fasilitas cuci tangan, kemudian thermo gun, jaga jarak. Itu ada beberapa. Tetapi kita selalu mengingatkan, kita selalu mengimbau," katanya kepada RRI di Denpasar, Rabu (12/8/2020). 

Jarta menyebut, sebagian besar pedagang di pasar rakyat sudah sangat taat terhadap protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Menurutnya kesadaran itu didasari oleh kepentingan mereka dalam melakukan aktivitas perdagangan di pasar rakyat. 

Para pedagang menyadari, stigma pasar rakyat sebagai klaster penularan virus korona, berpengaruh signifikan terhadap omzet.

"Sekarang ini memang sudah mulai ada kedisiplinan. Karena mereka menyadari, kalau sampai terjadi kasus di pasar itu, maka dengan sendirinya pasti akan ditutup kan. Mereka akan dirugikan. Itu kami selalu menyarankan, mereka dari dalam dirinya sendirilah memiliki kesadaran," ujarnya. 

Ia menyebut, nilai transaksi diseluruh pasar rakyat selama pandemi COVID-19 mengalami penurunan signifikan. Data terakhir menunjukkan, kemerosotan aktivitas perdagangan di 239 pasar rakyat di Bali mencapai 40%. 

"Kita mencatat penurunan 40 persen. Transaksi di pasar rakyat yang tersisa masih 60 persen saja. Tetapi kadang-kadang bisa dibawah itu omzetnya," tutup Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, I Wayan Jarta.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00