Lagi, 3 Kapal Ikan Asing Ditangkap di Laut Natuna Utara

KBRN, Pelabuhan Benoa : Aparat Kapal Pengawas Perikanan Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan pada Kementerian Kelautan dan Perikanan kembali menangkap kapal ikan asing ilegal di Laut Natuna Utara. 

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo menjelaskan, dari penangkapan diamankan tiga kapal jenis purse seine dan 26 awak kapal berkewarganegaraan Vietnam. 

"Ada tiga, yang satu adalah kapal lampu, kapal lampu itu kapal menentukan arah, karena purse seine ini tidak bisa sendirian. Yang kedua kapal pengangkut. Yang ketiga kapal penangkap," ungkapnya dalam konferensi pers di Pangkalan PSDKP Benoa, Bali, Rabu (12/8/2020). 

"Ini armada purse seine yang cukup lengkap, ada kapal lampu (KH 95758 TS), kapal penangkap (KH  98168 TS) dan kapal penampung (KH 91558 TS)," lanjutnya. 

Edhy menyampaikan, ilegal fishing yang dilakukan kapal-kapal menggunakan alat tangkap purse sein tersebut tergolong modus operandi baru. 

Karena umumnya kapal yang ditangkap di Laut Natuna Utara adalah jenis pair trawl atau trawl yang dioperasikan oleh dua kapal. 

Hal tersebut menunjukkan potensi illegal fishing di laut natuna masih tinggi dan harus terus diwaspadai. Ia pun mengapresiasi Awak Kapal Pengawas yang dengan sangat sigap melumpuhkan kapal-kapal ilegal tersebut.

Penangkapan yang dilakukan Senin (10/8/2020) ini kata Edhy, buah kerja keras dari operasi yang dilakukan Kapal Pengawas Perikanan Orca 03, KP. Hiu 11 dan KP. Hiu Macan Tutul 02. 

"Kemudian kapal ini nanti bagaimana statusnya? Yang jelas akan status pemeriksaan, tidak seluruh ABKnya akan ditahan, yang non justitianya akan kita kembalikan seperti biasanya," tegasnya. 

Edhy menyampaikan, selama 8 bulan terakhir, Kementerian Kelautan dan Perikanan berhasil meringkus 69 kapal yang terdiri dari 52 kapal ikan asing dan 17 kapal berbendera Indonesia.

“Untuk kapal ikan asing yang sudah ditangkap terdiri dari 25 kapal berbendera Vietnam, 14 kapal berbendera Filipina, 12 kapal berbendera Malaysia dan 1 kapal berbendera Taiwan," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00