Jumantik Dangri Kauh Tetap Berjuang Edukasi Warga Saat Pandemi

KBRN, Denpasar: Di tengah pandemi covid-19,  para petugas Juru Pemantau Jentik (Jumantik) juga terus berjuang mencegah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Kunjungan ke rumah-rumah warga tetap dilakukan, termasuk pembagian bubuk abate untuk memberantas nyamuk aedes aegypti tetap dilakoni.

Juru Pemantau Jentik (Jumantik) Desa Dangin Puri Kauh Nyoman Nuratmi kepada RRI Selasa, (11/8/2020) menuturkan rutinitas kunjungan ke rumah-rumah warga tetap dilakukan. Setiap hari mulai pukul 8.00 wita hingga 11.00 wita jumantik akan menyebar memberikan edukasi agar kasus DBD dapat ditekan, khususnya di Kota Denpasar. Nyoman Nuratmi juga merasa beruntung saat pandemi ini, warga tetap menerima kedatangan para jumantik, meskipun di beberapa wilayah ada yang menolak menerima tamu.

“Jam 8 sampai jam 11 kami setiap hari ke lapangan, khusus setiap Kamis dan Sabtu kita juga laksanakan Gertak (Gerakan Serentak), itu kami harus keluar wilayah, tidak saja di desa kami saja”, ungkapnya.

Jumantik Dangri Kauh itu menyadari resiko tertular covid-19 dalam menjalankan tugas cukup tinggi, apalagi saat kegiatan Gertak atau Gerakan Serentak, para jumantik juga harus berkunjung ke wilayah lainnya. Misalnya jumantik Dangri Kauh juga mengunjungi wilayah Tonja.

Guna mengantisipasi resiko tersebut, protokol kesehatan seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak dan selalu membawa handsanitizer tetap dipatuhi. Alhasil untuk Desa Dangri Kauh Denpasar saat ini tetap nihil kasus DBD termasuk zero covid-19.

“Kalau kita ke lapangan APD selalu lengkap, kita bawa selop tangan, topi, dan juga masker. Syukur sekarang untuk kasus DBD di Dangin Puri Kauh tidak ada, semuanya juga karena kesadaran dan peran serta masyarakat yang bersama-sama melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)”, pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00