Memerdekan Pasar Tradisional dari Covid 19

foto_pedagang_gunakan_face_google

KBRN, Badung : Tingginya mobilitas dan transaksi jual beli di pasar tradisional menjadi salah satu pemicu merebaknya penyebaran covid 19 di lingkup pasar tradisional. Bahkan pasar menjadi salah satu episentrum baru terjadinya penularan Covid-19 transmisi local tanpa gejala. 

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan perdagangan Kabupaten Badung I Made Widiana dikonfirmasi RRI di Mangupura Badung (Sabtu, 8/9/2020) mengatakan, mencegah semakin luasnya penyebaran covid 19 dilingkup pasar, protokol kesehatan harus benar-benar diterapkan secara optimal dan disiplin. Menurutnya, satgas khusus untuk protokol pencegahan Covid-19 di pasar tradisional wajib dibentuk untuk mengawasi dan memastikan kondisi kesehatan pedagang maupun konsumen.

"Menggunakan masker dan mencuci tangan menjadi hal wajib yang intinya keluar masuk pasar harus dalam kondisi sehat dan bersih", ucap Kadis Widiana

Sementara, Kepala Satpol PP Kabupaten Badung I Gusti Ketut Agung Surya Negara mengatakan, tim secara rutin turun ke lapangan memastikan penegakan protokol kesehatan di pasar tradisional. Sejauh ini pengelola pasar termasuk pedagang dan konsumen telah mengindahkan aturan covid 19.

"Protokol kesehatan harga mati untuk mencegah meluasnya penyebaran covid 19 termasuk di pasar tradisional, pemeriksaan  terus dilakukan masuk pasar wajib masker", ucap Suya Negara. 

Dari pantauan RRI, protokol ketat diterapkan di Pasar Mengwi Badung seperti penggunaan masker, selop tangan dan penyediaan tempat cuci tangan. Bahkan sejumlah pedagang tampak melengkapi diri dengan face shield atau pelindung wajah. Pihak pengelola pasar secara berkelanjutan juga memutar rekaman yang menginformasikan edukasi terkait Covid -19 dan upaya pencegahannya. Namun sayangnya, sistem pengamanan berlapis dengan memasang pembatas plastik belum diterapkan, sehingga kurang ada pembatasan interaksi antara pedagang dan konsumen. RRI.Rini

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00