Menyambung Asa yang Lama Terputus

Akses jalan yang menghubungkan Desa Buahan Kaja dan Desa Buahan, Payangan, Gianyar akhirnya terbuka. (KBRN)

KBRN, Payangan : Jajaran Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana menutup rangkaian program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108, Rabu (29/7/2020).

Program yang diawali dengan Pra-TMMD pada Jumat 29 Mei 2020 itu telah membawa perubahan signifikan bagi warga Desa Buahan Kaja, Kecamatan Payangan, Gianyar.

TNI bersama masyarakat bergotong-royong membuka akses jalan

di Desa Buahan Kaja, Payangan, Gianyar. (Istimewa)

Salah satu yang paling dinantikan warga diwilayah berhawa sejuk ini adalah dibukanya akses jalan dari Desa Buahan Kaja menuju Desa Buahan. Keinginan itu sangat beralasan, mengingat masyarakat Desa Buahan Kaja selama ini mayoritas beraktivitas di Desa Buahan.

Panglima Kodam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Kurnia Dewantara menyampaikan pembukaan akses ini bentuk sinergitas Tentara Nasional Indonesia bersama warga dan Pemerintah Kabupaten Gianyar. Ia tak memungkiri, TMMD ke-108 ini berhasil membuka akses dua desa yang sebelumnya tidak terhubung.

"Dua desa ini, saya dengar cerita dari Pak Wakil Bupati Gianyar (Anak Agung Gde Mayun), kalau akan berkunjung ataupun akan membawa hasil kebun itu harus berputar jauh. Dengan dibangunnya jalan ini, tentunya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat," katanya kepada wartawan di Desa Buahan Kaja, Payangan, Gianyar, Rabu (29/7/2020).

TMMD kata jenderal bintang dua itu adalah bentuk dari semangat gotong-royong. Selain menumbuhkan rasa kebersamaan, TMMD kata Kurnia Dewantara dapat menghemat anggaran.

Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Kurnia Dewantara. (KBRN)

"Tadi kita sudah nilai, antara dikerjakan melalui program TMMD dengan menggunakan kontraktor, ternyata 1 banding 5. Nah ini juga ada efisiensinya. Dan yang lebih penting adalah semangat kebersamaan antara TNI dengan rakyat," beber mantan Komandan Seskoad tersebut.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM)

Desa Buahan Kaja, Made Ariawan. (KBRN)

Sementara Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Buahan Kaja, Made Ariawan mengaku, pembukaan jalan sepanjang 2.359 meter dan lebar 8 meter ini sangat membantu warga. Menurutnya warga Desa Buahan Kaja telah mengajukan pembukaan akses jalan ini sejak 5 tahun silam. Namun waktu berjalan, baru lewat TMMD ini asa tersebut dapat terpenuhi.

"Setelah kegiatan ini dilaksanakan, masyarakat sangat bagus menerima dampaknya. Contoh, ditempat ini ada masyarakat terisolir, yang mana pertama adalah terkait dengan akses ekonomi, kedua akses sosial. Nah akses ekonomi, bahwa mobilitas ekonomi itu sangat jauh memang. Kedua dari akses sosial, bila masyarakat disini ada misalnya kematian, itu lewatnya jauh. Karena tempat pusat kuburannya jauh. Jadi dengan adanya jalan ini, mereka tidak susah seperti itu," ucapnya.

Ariawan mengungkapkan, sebelum akses ini dibuka, masyarakat Buahan Kaja harus menempuh jalan memutar, dengan selisih jarak hingga 5 kilometer. Selain itu, budaya nyepi setempat di Desa Buahan, kerap menghambat aktivitas warga Buahan Kaja.

"Dikala nyepi setempat disana, otomatis masyarakat kita itu tidak bisa lewat disana. Dengan adanya jalan ini, nanti akan bisa masyarakat itu ada alternatif lain, kalau mau ke pusat kota. Artinya kalau ke pusat kota pas adanya nyepi khususnya di Desa Buahan, kita tidak bisa lewat. Tetapi dengan adanya alternatif ini kita bisa lewat," sebutnya.

Selain aktivitas ekonomi, dan sosial, akses jalan yang digarap 150 orang satuan tugas TMMD ke-108 dari Kodim 1616/Gianyar, dengan perbantuan masyarakat setempat itu dapat mempermudah warga Desa Buahan Kaja dalam menempuh pendidikan.

"Melihat dari kemarin zonasi, ternyata penduduk diseberang itu adalah zonasinya ada ditempat ini (Desa Buahan). Kalau penduduk ini (Desa Buahan Kaja) masuk kesana, jauh muter jaraknya sampai hampir 25 kilometer. Tetapi dengan adanya jalan ini, paling kira-kira 2 sampai 5 kilometer," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00