Tangkal Paham Radikal, Kodim 1611/Badung Gandeng Tokoh Masyarakat dan Agama

Komandan Kodim 1611/Badung, Kolonel Inf. Puguh Binawanto berbicara dihadapan peserta komunikasi sosial Kodim 1611/Badung. (KBRN)

KBRN, Denpasar : Berbagai cara dilakukan Komando Distrik Militer (Kodim) 1611/Badung dalam menangkal penyebaran paham radikal dan separatisme. Diantaranya menggandeng sekaligus mengoptimalkan peran tokoh agama dan masyarakat.

Komandan Kodim 1611/Badung, Kolonel Inf. Puguh Binawanto. (KBRN)

Komandan Kodim 1611/Badung, Kolonel Inf. Puguh Binawanto mengatakan, tokoh agama dan masyarakat memiliki peran signifikan dalam menekan penyebaran paham radikal dan separatisme.

Besarnya peran itu menjadi alasan pihaknya menyelenggarakan Pembinaan Komunikasi Sosial Cegah Tangkal Radikalisme/Separatisme Kodim 1611/Badung TA.2020 bertajuk "Merawat Kebhinnekaan untuk Tangkal Radikalisme/Separatisme dalam Bingkai NKRI".

Komandan Kodim 1611/Badung, Kolonel Inf. Puguh Binawanto

bersama peserta komunikasi sosial Kodim 1611/Badung. (KBRN)

"Ini bertujuan untuk kita membangun komunikasi dan untuk menumbuhkan kerjasama, kesadaran kepada seluruh elemen masyarakat, agar terhindar dari paham-paham atau kelompok-kelompok yang ingin atau yang berbeda dengan haluan negara kita," kata Kolonel Inf. Puguh Binawanto kepada wartawan di Makodim 1611/Badung, Jumat (26/6/2020).

"Kemudian juga untuk menimbulkan kesadaran dan rasa bela negara untuk mencegah hal-hal tersebut, agar tidak terjadi di Provinsi Bali, khususnya diwilayah Kabupaten Badung dan Kota Denpasar," lanjutnya.

Penglingsir Puri Gerenceng, Anak Agung Ngurah Agung pada kesempatan yang sama mengapresiasi langkah Kodim 1611/Badung menggandeng tokoh agama dan masyarakat. Menurutnya sinergitas tersebut menjadi cara menutup celah bagi oknum tertentu dalam menyebarkan paham sesat.

"NKRI itu adalah harga mati, betul memang dari TNI dan Polri itu harus menyelenggarakan acara-acara ini, untuk menjalin, merajut hal yang sudah rusak, sobek, ayo kita persatukan lagi," tegas politisi Partai Golkar tersebut.

Ngurah Agung menyebut, Bali dengan kemajemukan umat memerlukan perhatian khusus. Hal itu sebagai upaya menangkal masuknya paham radikal dan separatis yang berpotensi memecah belah kerukunan.

Penglingsir Puri Gerenceng, Anak Agung Ngurah Agung berbicara dihadapan

peserta komunikasi sosial Kodim 1611/Badung. (KBRN)

"Kita harus sama-sama berpikir soal keutuhan bangsa ini. Karena kita tidak menutup mata, ada pihak-pihak yang sengaja ingin mengusik kerukunan kita dengan doktrin radikal. Hal itu tentunya berbahaya bagi masyarakat kita di Bali yang heterogen," tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00