Akhir Pekan, Polresta Denpasar Lakukan Penebalan Personel

KBRN, Denpasar : Memasuki akhir pekan, sejumlah objek wisata hampir dipastikan dipadati kendaraan bermotor. Tidak hanya wisatawan, masyarakat pun berniat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dilokasi wisata.

 

Kepala Bagian Operasi Polresta Denpasar, Komisaris Polisi I Nyoman Gatra mengakui, objek wisata dikawasan Bali Selatan selalu padat pengunjung ketika akhir pekan. Beberapa diantaranya adalah kawasan Kuta, dan Jimbaran.

 

"Untuk itu kami dari Polresta Denpasar, khususnya dari jajaran lalu lintas selalu mengedepankan atau melakukan tindakan-tindakan yang kami sebut namanya KRYD, jadi kegiatan rutin yang ditingkatkan, khusus berkaitan dengan lalu lintas. Lebih terpenting lagi di objek-objek wisata. Karena hari Minggu seperti saat ini, objek-objek wisata menjadi pusat kunjungan wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri," katanya ketika dikonfirmasi RRI, di Denpasar, Minggu (19/1/2020).

 

Kegiatan rutin yang ditingkatkan diimplementasikan melalui penambahan perkuatan di objek wisata. Khusus di Kuta, jajaran kepolisian resor kota (Polresta) Denpasar kata Gatra melakukan penebalan di hari Sabtu dan Minggu.

 

"Penebalan pengamanan lalu lintas. Artinya untuk Sabtu-Minggu kita selalu tempatkan dua regu untuk mempertebal teman-teman di Polsek Kuta untuk melakukan pengaturan lalu lintas, khususnya dititik-titik kepadatan atau kemacetan," ujarnya.

 

"Kegiatan itu memang sudah rutin dilaksanakan dan bahkan sudah mendapat apresiasi dari masyarakat dan juga dari pimpinan. Tetapi yang sangat kami butuhkan sebenarnya adalah dukungan dari masyarakat, khususnya masyarakat lokal," lanjut Gatra.

 

Tidak cukup penebalan personel, Kompol Gatra mengajak masyarakat untuk meminimalisasi dampak kepadatan kendaraan bermotor. Selain berbicara potensi kemacetan diakhir pekan, Gatra juga mengimbau pengendara memberikan contoh kepada wisatawan. Pelancong utamanya mancanegara disebut kerap mencontoh gaya berkendara masyarakat lokal yang dinilainya kurang patuh.

 

"Karena disamping kita, sebelah kiri-kanan kita itu ada wisatawan yang sangat mudah meniru prilaku kita berlalu lintas. Jangankan wisatawan nusantara, wisatawan mancanegara pun sangat mudah meniru kita yang notabena saat ini masih kurang tertib dan kurang disiplin secara umum berlalu lintas," ungkap perwira menengah melati satu ini.

 

Kurang tertibnya masyarakat berlalu lintas diakui Gatra berimplikasi pada angka kecelakaan. Sepanjang tahun 2019 ia membeberkan, kecelakaan lalu lintas mengakibatkan 128 orang meninggal dunia. Angka itu naik dibandingkan tahun 2018 yang hanya 124 korban jiwa.

 

"Sangat perlu disadari oleh masyarakat, oleh kita semua. Karena kadang-kadang kalau orang meninggal karena kecelakaan itu dianggap suatu hal yang wajar. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Lebih-lebih belakangan ini, kecelakaan mengarah di waktu-waktu subuh. Disebabkan mungkin karena mengantuk atau mungkin karena mabuk," beber mantan Kapolsek Kawasan Laut Benoa itu.

 

"Maka dari itu perlu disadari masyarakat, bahwa yang namanya di jalan, kita disiplin, kadang-kadang orang lain yang kurang disiplin. Atau sebaliknya yang menyebabkan kecelakaan," tandas Kepala Bagian Operasi Polresta Denpasar, Komisaris Polisi I Nyoman Gatra.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00