Pengelola Pasar Badung Kena "Semprot", Ini Penyebabnya

KBRN, Denpasar : Ada yang menarik dari peninjauan pasar yang dilaksanakan Staf Ahli Bidang Perdagangan Jasa pada Kementerian Perdagangan, Lasminingsih. Lasminingsih yang didampingi Kepala Dinas Perindustian dan Perdagangan Provinsi, Putu Astawa sempat menyemprot pengelola Pasar Badung.

 

Teguran keras tersebut dilayangkan, lantaran pengelola Pasar Badung tidak melakukan pembaharuan running text harga yang terpasang dipintu masuk pasar tradisional terbesar di Pulau Dewata itu. Alhasil, harga yang tertera di running text berbeda jauh dengan banderol bahan pokok (bapok) yang dijual para pedagang.

 

"Ini sudah kali yang kedua. Tolong nanti Pak Kadis, dua kalinya saya negur. Tidak bisa itu, itu bukan sekadar pajangan. Itu adalah tanda kita memang harga yang ada disini. Itu di pasar Nyanggelan (Panjer, Denpasar) itu hebat. Di Nyanggelan itu kita bisa tahu, kalau saya mau beli daging, saya tidak akan ketipu, itu kan maksudnya seperti itu," ungkapnya ketika ditemui wartawan di Pasar Badung, Selasa (10/12/2019).

 

Lasminingsih mengatakan, running text itu menjadi acuan bagi masyarakat sebelum membeli bahan pokok. Jika tidak ada pembaharuan secara berkala, ia khawatir pembeli akan kebingungan dalam mencari patokan harga resmi.

 

"Dia (pengelola Pasar Nyanggelan) sudah taruh harga disitu. Disini (Pasar Badung) tidak. Bayangin tadi kan, cabai rawit merah hanya sampai Rp35.000 per kilogram, di running textnya itu Rp75.000 per kilogram. Jadi itu tidak bagus. Kalau saya mendingan, kalau memang tidak bisa dimatiin saja. Daripada mengganggu orang yang mencari informasi," tegasnya.

 

Kepala Unit Pasar Badung, I Gusti Made Estuasa berkilah, kondisi itu terjadi karena gangguan teknis pada papan running text tersebut. Namun ia mengakui, personelnya tidak bisa melakukan pembaharuan harga setiap hari. Bahkan harga di running text itu disebutnya merupakan pembaharuan yang dilakukan pada tiga hari lalu.

 

"Alat kita kadang-kadang bisa eror. Kadang-kadang dari petugas kita juga kadang-kadang kan tidak bisa setiap hari, karena faktor kesibukan juga. Karena juga ini memang yang menangani adalah dibagian sekretariat, bukan di unit. Cuma kami memberikan informasi setiap hari data harga barang dan termasuk pasokan barang yang ada di pasar," akunya.

 

Estuasa mengatakan, data terkini soal harga dan pasokan sudah diserahkan setiap hari kepada petugas terkait. Dan jika melihat jadwal harian, running text harga itu seharusnya sudah terupdate pada Pukul 07.00 WITA. Ia berjanji, kedepan akan terus melakukan pembenahan, termasuk meminimalisasi kelalaian seluruh personelnya.

 

"Sudah langsung kita tindaklanjuti, petugasnya sudah datang. Langsung kami telepon tadi," pungkas Estuasa.

 

 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00