Menteri PPN: Daerah Jangan Mengalinasikan Diri

KBRN, Nusa Dua : Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menggelar Pra-Musrenbang Nasional Penyusunan Rancangan RPJMN 2020-2024. Kegiatan bertajuk "Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong" itu berlangsung 2 hari (3 & 4 Desember 2019) di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC).

 

Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas, Himawan Hariyoga Djojokusumo menjelaskan, Pra-Musrenbang RPJMN tahun 2020-2024 ini untuk mensinkronkan perencanaan secara vertikal dan horizontal, mensinergikan perencanaan wilayah dan sektoral serta mengintegrasikan perencanaan lintas sektor dan antar-daerah.

 

"Pada forum Pra-Musrenbang Nasional ini akan dibahas rancangan RPJMN 2020-2024 yang merupakan pemutakhiran dari rancangan awal RPJMN 2020-2024 yang terdiri atas tujuh agenda pembangunan atau prioritas nasional yang didalamnya telah mengintegrasikan visi misi Presiden dan Wakil Presiden terpilih," ungkapnya dalam laporan Pra-Musrenbang RPJMN tahun 2020-2024 di Nusa Dua, Selasa (3/12/2019).

 

"RPJMN 2020-2024 juga menampung janji-janji Presiden selama proses kampanye Pilpres beberapa waktu yang lalu serta telah diperkaya dengan berbagai masukan dari para pemangku kepentingan yang disampaikan pada forum konsultasi pusat dan konsultasi regional di lima lokasi sebelumnya," lanjutnya.

 

Ia mengatakan, rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) tahun 2020-2024 dirancang berbasis kewilayahan. Penguatan program berbasis kewilayahan itu menurutnya didukung penganggaran yang tepat dengan pendekatan tematik, holistik, integratif, dan spasial.

 

"Pendekatan pembangunan berbasis kewilayahan yang akan lebih banyak dibahas dalam forum ini secara lebih mendalam. Bertujuan untuk mengakselerasi pertumbuhan dan pembangunan di luar Jawa dan Bali. Sekaligus tetap menjaga momentum pertumbuhan Jawa dan Bali," ujar Himawan.

 

Sementara Menteri PPN (Perencanaan Pembangunan Nasional)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Manoarfa mengingatkan, seluruh program nasional tidak dijalankan secara parsial. Hal itu mengingat Undang-Undang Dasar 1945 menyebut seluruh kepulauan, provinsi, dan kabupaten/kota adalah bagian utuh dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

"Para bupati dan walikota saya kira dalam hal ini akan sangat mendengar kepada saudara-saudara dari Bappeda, Bappeda di seluruh Indonesia, sehingga tali-temali ke-Indonesiaan itu ada dipintalan-pintalan benang yang ada di Bappeda. Jadi jangan sampai berbuat sesuatu itu yang membuat, mengalinasikan diri, mengasingkan diri," tegasnya.

 

"Saya ingin sekali lagi menekankan ini, karena dalam pengalaman saya di pemerintahan, saya merasakan itu, kalau bicara di daerah, daerah itu langsung semuanya merasa penting, dan kemudian seperti merasa ditinggalkan, dan merasa seperti tidak masuk didalam bagian atau menjadi terdiri dari itu," sambungnya.

 

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menyampaikan, rencana pembangunan jangka menengah nasional merangkum 392 janji Presiden dan Wakil Presiden. RPJMN tahun 2020-2024 juga disusun berdasarkan 9 Nawacita Presiden, Joko Widodo. Selain itu, 5 arahan Kepala Negara juga menjadi landasan dari pembahasan RPJMN lima tahun kedepan.

 

Lima arahan Presiden, Jokowi meliputi pembangunan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi, dan transformasi ekonomi. Sedangkan 7 agenda pembangunan yang disasar dari RPJMN 2020-2024 diantaranya ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan berkualitas dan berkeadilan, pengembangan wilayah untuk mengurangi kesenjangan, SDM berkualitas dan berdaya saing serta revolusi mental dan pembangunan kebudayaan.

 

"Jadi dengan proses internalisasi itu, maka kita mendapatkan apa yang disebut dengan tujuh agenda pembangunan. Mengapa tujuh agenda pembangunan itu? Karena sesuai 5 arahan Presiden. Mengapa 5 arahan Presiden? Karena memenuhi janji-janji Presiden dan sesuai dengan cita-cita (Nawacita) yang digulirkan oleh Presiden," tandas Suharso Manoarfa.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00