Tekan Penularan HIV/Aids, Ini Langkah KPA Kabupaten Klungkung

KBRN, Semarapura : KPA Kabupaten Klungkung mencatat setidaknya 440 masyarakat di bumi serombotan terpapar virus HIV/Aids hingga Juni 2019.

 

Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Klungkung, I Wayan Sumanaya mengakui, angka itu tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Alasannya, masih banyak masyarakat terjangkit virus HIV/Aids yang tidak berani melapor.

 

"Kalau di Kabupaten Klungkung kasusnya sampai bulan Juni 2019 kemarin secara kumulatif 440 kasus. Tetapi fenomena HIV kan fenomena gunung es. Sebetulnya kita tidak yakin 440, bisa ribuan. Karena orang-orang yang terpapar HIV tidak gampang membuka statusnya. Karena masih adanya stigma dan pengucilan di masyarakat," ungkapnya kepada RRI di Lapangan Umum Puputan Klungkung, Minggu (1/12/2019).

 

Sumanaya mengatakan, untuk menyikapi kasus HIV/Aids di Klungkung, pihaknya memiliki program inovatif. Program inovatif itu menurutnya diberi tajuk "Jaga Gerbang".

 

"Gerbang penularannya kita jaga. Artinya Ja itu adalah bagaimana klien-klien yang ditemukan oleh puskemas kita jangkau dan kita pegang. Lalu ga nya itu ketika kita sudah pegang kita jaga, jangan lepas sampai pendampingan minum obat. Karena sekali tidak minum obat akan terjadi retro virusnya. Maka dari itu kita jaga terus agar seumur hidup minum obat dengan jam yang sama. Karena sifat virus adalah retrovirus. Satu jam saja ada peluang, dia akan memperbanyak dirinya, virusnya," ujarnya.

 

"Ger itu gerakan fisiknya. Ketika kita temukan dalam keadaan oportunis, dan berpenyakitan, kita opnamekan. Setelah selesai opname baru kita dampingi untuk mendapatkan ARV. Bang nya adalah bangunkan jiwanya. Ketika dia sehat, kita jaga jiwanya, agar dia mampu menerima kenyataan hidup. Karena tidak jarang kasus-kasus HIV, dia tidak mampu menerima kenyataan hidup lalu bunuh diri dan sebagainya," lanjutnya.

 

Sumanaya lebih lanjut mengatakan, dalam menekan penyebaran HIV/Aids, pihaknya juga memberdayakan potensi KSPAN (Kelompok Siswa Peduli Aids dan Narkoba). Pelibatan KSPAN diakui menjadi langkah promotif preventif dalam menyebarluaskan informasi tentang bahaya sekaligus cara penanganan HIV/Aids. Tidak hanya KSPAN, KPA Kabupaten Klungkung juga membentuk Kader Desa Peduli Aids (KDPA), dan KJPS (Komunitas Jurnalis Peduli Aids).

 

"Jadi masyarakat kita kelompok-kelompokkan untuk bersama-sama menanggulangi HIV seperti tema Hari Aids Sedunia tahun ini yaitu Bersama Masyarakat Meraih Sukses. Bukan kita (KPA) saja, tetapi semua masyarakat anak-anak sampai orang tua harus peduli penanggulangan HIV/Aids," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00