1.493 Desa Adat di Bali Terima Bantuan 300 juta

KBRN, Denpasar: Seribu 493 Desa Adat di Propinsi Bali mulai tahun 2020 dipastikan akan menerima kucuran dana bantuan 300 juta rupiah per tahun dari Pemerintah Propinsi Bali.Dana tersebut naik 50 juta rupiah dibandingkan tahun 2019 senilai 250 juta rupiah.

Dengan kenaikan tersebut artinya pemerintah propinsi Bali mengeluarkan budget 447,9 milyar rupiah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa adat di Pulau Dewata.

Adanya kenaikan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk desa adat ini memang sudah diwacanakan jauh-jauh hari oleh Gubernur Bali Wayan Koster saat masa-masa kampanye pemilihan gubernur lalu dan direalisasikan di tahun 2020.

Gubernur Bali Wayan Koster kepada RRI di sela-sela acara penyerahan DIPA di Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali Selasa, (19/11/2019) mengatakan pemberian bantuan dana desa adat bertujuan untuk penguatan peran dan fungsi desa adat itu sendiri.

Dikatakan, sebelum mengucurkan dana tersebut Pemprov Bali sudah membuatkan petunjuk teknis pemakaian anggaran tersebut, sehingga penyelewengan anggaran tidak akan terjadi.

Dalam juknis disebutkan bahwa dana yang boleh digunakan operasional hanya Rp. 75 juta rupiah, sementara 225 juta lainnya harus diperuntukkan untuk menunjang kegiatan Parhyangan, Pawongan, Palemahan, serta penguatan adat, tradisi, budaya maupun ekonomi.

“Desa adat itu sudah dibuatkan Juknis penggunaannya. Diantaranya 75 juta untuk anggaran operasional umum dan sisanya untuk program-program Parhyangan, Pwongan dan Palemahan”, ujarnya.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan kenaikan dana bantuan desa adat tersebut sudah disetujui oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Termasuk untuk Peraturan Gubernur (Pergub) dan Peraturan Daerah (Perda) Desa Adat juga sudah dibentuk, sehingga tidak ada alasan lagi bagi desa adat untuk melakukan tindakan penyelewengan anggaran. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00