Vaksinsi Rabies di Kota Denpasar Mencapai 14.07 Persen

Vaksinsi Rabies di Kota Denpasar Mencapai 14.07 Persen (Ist)

KBRN, Denpasar: Meski hingga saat ini kasus rabies di Kota Denpasar  nihil, namun upaya antisipasi  penularan  virus rabies di Kota Denpasar terus digencarkan.

Bahkan saat ini wilayah-wilayah perbatasan  dengan kabupaten lainnya mendapatkan atensi khusus agar tidak ada tranfer  kasus rabies yang ditularkan  oleh  hewan penular rabies yang berasal dari kabupaten lain. 

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar I Made Ngurah Sugiri  kepada RRI di Denpasar, Minggu (7/8/2022) mengatakan upaya  vaksinasi rabies  terhadap hewan penular rabies di Kota Denpasar dengan metode immune belt  yakni membuat antibody seperti cincin di wilayah Denpasar.

Metode ini dilakukan  melihat keterbatasan vaksin rabies.  Sehingga wilayah yang diprioritaskan adalah daerah  perbatasan dengan   Badung, dan Tabanan.  Hingga saat ini cakupan vaksinasi rabies di Kota Denpasar sebanyak 14,07 persen atau sebesar 12.638  anjing dari total populasi anjing di Kota Denpasar  sebanyak 89.766 ekor.

"Selain vaksinasi yang paling utama adalah KIE, kita edukasi masyarakat agar masyarakat tidak meliarkan anjingnya dan mau memelihara anjingnya dengan baik, merubah pola pikir masyarakat untuk memelihara anjing", jelasnya.

Sementara itu Kepala bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Menular   Dinas Kesehatan Kota Denpsar Anak Agung Ngurah Gede Dharmayudha mengatakan hingga saat ini kasus gigitan  HPR di Kota Denpasar mencapai 1.660 kasus gigitan anjing.

Namun dari total kasus gigitan tersebut belum ada yang terkonfirmasi positif rabies. Menangani tingginya kasus gigitan ajing di Kota Denpasar, pihaknya memastikan ketersediaan VAR dalam kondisi aman.// Bahkan saat ini Pemkot Denpasar memiliki 3.200 stok VAR.

“ Sampai saat ini stoknya aman, digudangpun masih ada, karena  total pengadaan tahun ini sampai 16 ribu dosis , sehingga stok VAR di Denpasar sangat memadai”, jelasnya.

Agung Dharmayudha lebih lajut mengatakan meski zero kasus positif rabies dan ketersediaan VAR Aman, pihaknya  tetap melakukan upaya pencegahan dengan meningkatkan sosialisasi dan edukasi masyarakat agar dapat memelihara  anjing dengan baik, tidak  melepasliarkan anjingnya dan melakukan vaksinasi rabies.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar