DPRD Bali Dalami Strategi Ketahanan Pangan Sulawesi Selatan

Sekretaris DPRD Provinsi Bali Berkunjung ke DPRD Provinsi Sulawesi Selatan

KBRN, Denpasar: Sekretaris DPRD Provinsi Bali bererta jajaran dan Forum Wartawan DPRD (Forward) Provinsi Bali mengunjungi DPRD Sulawesi Selatan, Rabu (6/7/2022).

Pada kunjungan tersebut rombongan sekretariat DPRD Bali disambut oleh Sekretaris DPRD Sulawesi Selatan,M.Jabir didampingi para kepala bagian bersama jajaran dari Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan.

Sekretaris DPRD Provinsi Bali Gede Suralaga pada kesempatan tersebut mengatakan pihaknya ingin mengetahui lebih dalam lagi upaya yang dilakukan Provinsi Sulawesi Selatan dalam memajukan sektor pertanian.

Apalagi saat ini Provinsi Sulawesi Selatan merupakan lumbung pangan nasinal. Bahkan menduduki urutan ke empat sebagai daerah penghasilan beras tertinggi di Indonesia setelah Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah.

"Di sini stok beras dan jagung itu surplus, bahkan  beras surplus 2 juta ton, itu yang membuat kami ingin menimba ilmu ke Sulawesi", jelas Suralaga.

Suralaga lebih lanjut mengatakan pandemi Covid-19 menjadi hantaman besar  karena menyebabkan Bali terkontraksi minus 9,33 persen tertinggi di Indonesia. Sehingga Bali tidak hanya mengandalkan sektor pariwisata tetapi juga bisa mengembangkan sektor pertanian seperti apa yang dilakukan oleh Sulawesi Selatan.

"Bagaimana Sulawesi Selatan sangat fokus pada bidang pertanian, pertama Sulawesi didukung oleh sumber daya lahan, bahkan yang menarik adalah bagaimana Sulawesi mengembangkan sumber daya petani, menjadikan petani modern, petani yang benar-benar mampu mengembangkan pertanian sehingga bisa produktif", jelas Suralaga.

Sementara itu Analisis Ketahanan Pangan Ahli Madya Sulawesi Selatan Asnawati Habiebie mengatakan kelebihan Sulawesi Selatan adalah tidak pernah kekurangan pangan karena didukung oleh iklim dan perubahan musim.

Selain itu Provinsi Sulawesi Selatan juga memiliki berbagai program untuk mengembangkan sektor pertanian mulai darj program Pekarangan Lestari, Program Pangan Keluarga hingga Toko Tani Indonesia atau Pasar Mitra Tani yang merupakan program untuk menstabilisasi harga.

"Kita di Sulawesi Selatan untuk pangan lokal kita ada instruksi Gubernur untuk pemanfaatan produk lokal agar dimanfaatkan oleh hotel-hotel dan restoran", jelas Asnawati.

Lebih kanjut di katakan dalam upaya Penjaminan mutu produk pertanian, Provinsi Sulawesi Selatan juga memiliki Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang khusus menangani sertifikasi jaminan mutu produk sehingga produk pertanian yang ada sudah dijamin keamanannya.

"Kami juga sudah ada lembaga sertifikasi produk organik untuk menjamin keamanan mutu produk pertanian lokal", tutup Asmawati.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar