KPK Usung Empat Isu di 2nd ACWG G20

KBRN, Nusa Dua : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memulai pertemuan putaran kedua Anti-Corruption Working Group (ACWG) G20. 

Event yang diikuti delegasi negara anggota G20 ini berlangsung di Nusa Dua, selama empat hari (5-8 Juli 2022). 

Deputi Bidang Informasi dan Data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekaligus Chair ACWG, Mochammad Hadiyana menjelaskan, pihaknya tetap komit mengusung empat isu prioritas.

Empat isu itu meliputi peningkatan peran audit dalam penanganan/pemberantasan korupsi, partisipasi publik dan pendidikan antikorupsi, kerangka regulasi dan supervisi peran profesi hukum pada pencucian uang hasil korupsi serta mitigasi risiko korupsi pada sektor energi terbarukan. 

"Pada pertemuan pertama, seluruh delegasi telah menyatakan dukungannya kepada emapat isu tersebut. Dimana isu peningkatan peran publik dalam penanganan korupsi, itu akan menjadi High Level Principles (HLP)," katanya kepada wartawan di Nusa Dua, Senin (4/7/2022) malam. 

"Sedangkan tiga isu lainnya akan menjadi, yang pertama untuk mitigasi risiko korupsi pada sektor energi terbarukan akan menjadi concept paper atau background paper. Artinya background paper tersebut bisa ditindaklanjuti oleh Presidensi G20 berikutnya," lanjutnya. 

Sementara isu lain, akan menjadi kompendium/kumpulan praktik baik.

Kompendium pertama terkait partisipasi publik dan pendidikan antikorupsi. 

Kompendium kedua soal kerangka hukum dan supervisi peran profesi hukum pada pencucian uang hasil korupsi. 

"Dengan dijadikannya isu peningkatan audit dalam penanganan korupsi menjadi High Level Principles, nantinya ini akan menjadi dokumen kebijakan yang mengikat," tegasnya.

"Ini akan ditagih implementasinya pada masa mendatang," imbuhnya. 

Direktur Kerjasama Politik dan Keamanan ASEAN Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang juga Chair ACWG, Rolliansyah Soemirat pada kesempatan yang sama menjelaskan, kegiatan ini berlangsung dengan format hybrid. 

Sejauh ini setidaknya delegasi dari 9 negara anggota G20 akan hadir secara offline. 

Sembilan negara itu yakni Australia, Brazil, Jerman, India, Inggris, Korea Selatan, Perancis, Arab Saudi, dan Indonesia. 

"Dan ada beberapa negara undangan G20, baik undangan permanen ataupun undangan dari Indonesia selaku host. Kamboja yang kita undang selaku Ketua ASEAN, dan delegasi Swiss dan Spanyol akan hadir secara langsung," ucapnya. 

"Negara-negara lain akan hadir secara virtual. Ada 11 negara, Afrika Selatan, Argentina, Meksiko, Rusia, Tiongkok, Amerika Serikat, Kanada, Turki, Jepang, Italia, dan satu entiti Uni Eropa," sambungnya. 

Rolliansyah memastikan, seluruh negara anggota G20 dan undangan akan berpartisipasi dalam pertemuan kali ini. 

"Selain itu ada beberapa undangan lain yang kita harapkan kehadiran dan berpartisipasi pada beberapa sesi yang sudah kita rencanakan, dan akan melibatkan beberapa engangement groupnya G20, antara lain dari kalangan bisnis G20, ketenagakerjaan, dan parlemen 20," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar