Beruk dari PKB Menuju Pasar Ekspor

KBRN, Denpasar : Ajang Pesta Kesenian Bali ke 44  tahun 2022, tidak hanya menyuguhkan pementasan kesenian maupun pemberdayaan UMKM, namun juga memberikan ruang kreativitas bagi para pengerajin beruk atau kerajinan dari batok kelapa. Lokakarya pembuatan beruk di Kalangan Angsoka bahkan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengarajin beruk, terlihat peserta lokakarya sangat antusias menyaksikan proses pembuatan kerajinan batok kelapa tersebut. Dalam lokakarya itu pembuatan beruk diawali dengan mengupas serabut kelapa, pemotongan atau pengeplongan, penyungkilan daging kelapa dan pengamplasan agar karya seni kriya beruk ini lebih halus dan memiliki nilai jual ekonomis.

Narasumber Lokakarya Pembuatan Beruk I Gede Suryawan dikonfirmasi RRI di Taman Budaya, Selasa (28/6/2022) mengungkapkan, jika melihat saat ini memang animo masyarakat terhadap penggunaan beruk masih dominan untuk kegiatan keagamaan. Namun sejatinya, karya beruk ini tidak hanya sebatas untuk kebutuhan sarana upakara, kerajinan beruk bisa bernilai ekonomi lebih tinggi bahkan diekspor ke luar negeri.

“Iya beruk bisa masuk pasar global dengan nilai ekonomis yang tinggi, tinggal kita sekarang lebih kreatif dalam bentuk maupun variasi beruk yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar global,” ucap Gede Suryawan.

Gede Suryawan mengakui, pengerajin beruk masih menghadapi sejumlah permasalahan salah satunya minimnya desain-desain baru, sehingga kerajinan yang dikerjakan terkesan monoton dengan model klasik. Ia juga menyoroti terkait kekompakan mulai dari proses pembuatan, regenerasi pengrajin dan pemasaran kerajinan beruk.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar