Ketua MA Resmikan Bale Agung dan Aplikasi Bali Agung Pengadilan Tinggi Denpasar

KBRN, Denpasar:  Berbagai terobosan dilakukan Pengadilan Tinggi Denpasar  untuk meningkatkan kemudahan publik dalam mengakses layanan pengadilan di Bali.

Salah satunya dengan aplikasi Bali Agung yang secara resmi telah diluncurkan Ketua Mahkamah Agung (MA) Muhammad Syarifuddin  bersama Gubenur Bali Wayan Koster dan Ketua Pengadilan Tinggi Denpasar Mochamad Hatta di Pengadilan Tinggi Denpasar, Jumat (27/5/2022).

Ketua Pengadilan Tinggi Denpasar Mochamad Hatta dalam laporannya mengatakan  Aplikasi Bali Agung ini adalah suatu sistem layanan elektronik terpadu yang  memuat kumpulan inovasi Pengadilan Tinggi Denpasar baik internal maupun eksternal.

Bali Agung  (Bakti , Amanah, Layanan Prima, Adil dan Tanggung Jawab) hadir untuk memudahkan publik  dalam mengakses  segenap layanan pengadilan khususnya  di wilayah  Bali.

Hal ini akan membuat lebih efisien dan efektif  dalam memberikan pelayanan publik. 

Pada Bali Agung terdapat aplikasi yang baru yaitu E-PELITA (Pelayanan Informasi Terpadu dan  Andal) ini merupakan  kanal informasi bagi publik yang menyediakan informasi wajib diumumkan secara berkala maupun informasi wajib  tersedia setiap saat. 

"E-PELITA juga memiliki fitur  layanan WhatsApp yang dapat menjawab secara otomatis terkait segala pertanyaan dan informasi Pengadilan Tinggi Denpasar. E-PELITA juga dapat dijadikan sarana untuk menyampaikan keluhan  masukan terhadap semua layanan peradilan umum se-Provinsi Bali ini", terang Hatta.

Aplikasi Bali Agung juga dilengkapi dengan SIPPANTER (Sistem Informasi Perpanjangan Penahanan Terpadu)  untuk mengajukan perpanjangan penahanan dari pengadilan negeri se-Bali dengan mudah dan cepat. 

"Penetapan penahanan juga ternotifikasi secara daring yang dapat dimonitor oleh pihak kepolisian, kejaksaan, maupun rumah tahanan negara (rutan) diwilayah Bali secara online dan realtime" bebernya.

Mochamad Hatta lebih lanjut mengatakan hadirnya Bali Agung merupakan komitmen  Pengadilan Tinggi Denpasar  untuk  mengimplementasikan pembangunan zona integritas  sehingga mampu mewujudkan pemerintahan yang bersih, akuntabel serta meningkatkan pelayanan publik yang prima. 

Bahkan Pengadilan Tinggi Denpasar ini sudah mendapatkan WBK (Wilayah Bebas Korupsi).Pada Aplikasi Bali Agung juga dilengkapi dengan fitur E-ADVOKAT, E-RISET, SISUPER, SINGA INSTANSI dan SISIGAP.

Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung, Sobandi pada kesempatan  tersebut mengakatan Mahkamah Agung terus mendukung dan medorong  satuan kerja termasuk diantaranya Pengadilan Tinggi melakukan inovasi dalam percepatan akselerasi  peradilan modern yang  berbasis teknologi  informasi.

"Aplikasi Bali Agung , ini sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya di  wilayah hukum Pengadilan Tinggi Denpasar. Jadi masyarakat  tidak perlu datang ke Pengadilan tetapi cukup mengimput dari aplikasi itu. Kita (Mahkamah Agung) mengapresiasi peluncuran Aplikasi Bali Agung ini", ujar Sobandi.

Selain peluncuran Aplikasi Bali Agung,  kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peresmian Gedung Bale Agung.

Gedung  Bale Agung yang dibangun dengan total luas 1.086 meter persegi merupakan hibah Pemerintah Provinsi Bali  yang menghabiskan anggaran  Rp. 5 miliar lebih. 

Gedung Auditorium Bali Agung ini akan dapat mendukung kegiatan pelayanan, koordinasi, pembinaan maupun seremonial lainnya yang melibatkan banyak orang.

Ketua Mahkamah Agung (MA) Muhammad Syarifuddin mengatakan dengan adanya  Gedung Bale Agung  didukung dengan Aplikasi  Bali Agung yang memuat 7 aplikasi untuk memberikan pelayanan terbaik para pencari keadilan harus didukung dengan SDM yang handal.

"Baik Bale Agung maupun Bali Agung  itu sarana. Kalau  SDM (Sumber Daya Manusia ) di sini (Pengadilan Tinggi Denpasar) tidak menggunakan dengan baik , sungguh-sungguh dan tepat guna, maka ini  tidak akan ada maknanya. Oleh Karena itu gunakan sebaik-baiknya,  didiklah SDM kita sebaik-baiknya sehingga memberikan  pelayanan yang terbaik bagi masyarakat pencari keadilan", imbaunya.  

Semetara itu Gubernur Bali Wayan Koster  mengatakan hibah pembangunan Gedung Bale Agung ini merupakan salah satu  bentuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat  khususnya dalam pelayanan di bidang hukum. 

"Gedung Bale  Agung yang dilengkapi dengan  Aplikasi Bali Agung ini sangat lengkap dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan dibidang hukum kepada masyarakat",   jelas Koster. 

Pada kesempatan tersebut Gubenur Bali juga berjanji  akan membantu untuk melengkapi  furnitur pada gedung tersebut melalui anggaran perubahan APBD Bali tahun 2022.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar