Memasuki Hari Ke-5, Semua Delegasi Dipastikan Aman dari Covid-19

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional Wiku Adisasmito saat konferensi pers di Media Center GPDRR, Jumat (27/5/2022)

KBRN, Badung: Pemerintah Indonesia memastikan penyelenggaraan event GPDRR ke-7 di Nusa Dua bebas dari Covid-19.

Satuan Tugas (Satgas) Gabungan terdiri dari perwakilan Pemerintah Indonesia dan PBB (UNDRR) menetapkan prosedur protokol kesehatan aman COVID-19 terhadap semua pihak yang berada di lokasi GPDRR.

"Pemerintah senantiasa memastikan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin dalam perhelatan yang melibatkan banyak peserta. Salah satunya adalah kegiatan Global Platform for GPDRR yang saat ini tengah dilaksanakan di Bali dengan ribuan peserta luring," kata Wiku di Media Center GPDRR, Bali, Jumat (27/5/2022).

Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Nasional, Wiku Adisasmito memastikan peserta dan panitia pada tempat penyelenggaraan GPDRR terskrining dengan baik.

Pemerintah Indonesia dan UNDRR memastikan pelaksanaan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin dalam setiap perhelatan yang melibatkan banyak peserta.

“Selain protokol kesehatan yang ketat selama acara, panitia juga telah memastikan bahwa setiap partisipan yang ikut langsung dalam acara sudah dinyatakan negatif dari Covid-19,” ujar Wiku 

Sementara, peserta dan panitia teridentifikasi positif Covid-19 diarahkan langsung melakukan isolasi mandiri di hotel dengan pantauan ketat dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

Wiku menyampaikan pihaknya juga telah melakukan tracing terhadap orang-orang yang melakukan kontak erat.

“Sudah ada hasil tracingnya. jadi orang-orang yang terkonfirmasi positif sebagian juga orang local. Dan hasil tracingnya juga tidak ada yang menjadi positif, yang kontak dengan mereka. Dan mereka mayoritas adalah tanpa gejala,” jelasnya  

Wiku menegaskan untuk mengantisipasi terjadinya penularan covid-19, prosedur implementasi prokes dirancang dengan komprehensif.

Prosedur diterapkan mulai dari persyaratan kedatangan, partisipasi dalam acara, serta upaya kontingensi yang disiapkan seandainya ada kasus positif.

Pada kesempatan itu, Wiku mengatakan perhelatan GPDRR telah menunjukkan kemampuan masyarakat global untuk lebih tangguh dalam menghadapi bencana alam maupun nonalam.

“Semangat gotong royong Indonesia dalam menghadapi pandemi diharapkan dapat menjadi contoh yang baik bagi masyarakat internasional,” tambahnya 

Lebih lanjut Wiku menggarisbawahi, Indonesia percaya inklusivitas dalam usaha untuk menghadapi bencana merupakan kunci terciptanya resiliensi global dan berkelanjutan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar