Data dan Informasi Kebencanaan Ujung Tombak Resiliensi Berkelanjutan

Forum “Data Challenges and Solution For Disaster Risk Management” Global Platform For Disaster Risk Reduction di Nusa Dua

KBRN, Badung : Pemerintah Indonesia menyusun Rencana Rencana Pembangunan Jangka Menengah – RPJMN 2020 – 2024 yang menetapkan ketangguhan bencana. Salah satu strateginya dengan penguatan data dan informasi terkait bencana.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Dr. Raditya Jati dalam forum “Data Challenges and Solution For Disaster Risk Management” Global Platform For Disaster Risk Reduction di Nusa Dua Badung, Jumat (27/5/2022) mengatakan, data dan informasi merupakan hal dasar dalam upaya membangun system resiliensi berkelanjutan dalam tatanan global. Raditya menyebut, salah satu capaian Indonesia dalam pemenuhan data kebencanaan yakni adanya Satu Data Indonesia, Satu Peta Indonesia dan inisiatif Satu Data Bencana Indonesia (SDBI). Ia menjelaskan, data tersebut dikumpulkan dari tingkat local hingga nasional untuk diinput ke dalam platform digital. Hasil dari pengolahan data tersebut dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan kebijakan.

“Data akan diubah menjadi informasi, informasi akan menjadi analisis dan analisis akan dijadikan dasar merumuskan strategi dan kebijakan,” jelas Raditya.

Raditya mencontohkan, kebijakan penanganan Covid 19 yang mengadopsi dari hasil analisi data dan informasi melalui platform digital yakni Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Atura tersebut merujuk pada setiap hasil komprehensif melalui platform digital. Raditya mengungkapkan, untuk memenuhi data yang komprehensif tersebut masih mengalami sejumlah kendala diantaranya keterbatasan akses internet, kualitas dari data yang dilaporkan serta pendanaan. Karena itu, Raditya mengajak setiap negara meningkatkan tata kelola data dan informasi kebencanaan.

“Kami mengajak setiap Negara untuk dapat meningkatkan tata kelola data dan informasi kebencanaan, sehingga data tersedia dengan berkualitas, cepat dan akurat untuk dijadikan acuan dalam merumuskan kebijakan,” tutup Raditya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar