Keluarga Pekerja Terima Manfaat Program dan Beasiswa BPJS Ketenagakerjaan

KBRN, Kendari : Lima ahli waris atau keluarga peserta yang meninggal akibat kecelakaan kerja menerima santunan kematian dan beasiswa pendidikan dari BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK). 

Santunan kematian dan beasiswa pendidikan sebesar Rp1,26 miliar itu diserahkan Wakil Presiden Republik Indonesia KH. Ma'ruf Amin

Wapres Ma'ruf Amin didampingi Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dan Direktur Utama BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo.

Penyerahan ini dilakukan disela-sela kunjungan kerja Wapres di Panti Sosial Meohai Kendari, Kamis (19/5/2022). 

Santunan yang diserahkan Ma’ruf Amin terdiri dari santunan kematian akibat kecelakaan kerja (JKK), manfaat Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Hari Tua (JHT) dan manfaat beasiswa. 

Menurut data BPJAMSOSTEK, total pembayaran manfaat kepada peserta dari seluruh program selama bulan April 2021 sampai April 2022 di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) senilai Rp205,5 miliar dengan jumlah kasus sebanyak 18,6 ribu kasus.

Wapres mengapresiasi komitmen BPJAMSOSTEK dalam melindungi peserta yang berasal dari tenaga kerja di seluruh Indonesia. 

“Terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan dalam menyelenggarakan jaminan sosial,” kata Wapres Ma'ruf Amin dalam sambutannya selepas menyerahkan santunan.

Sementara Anggoro Eko Cahyo menyampaikan, penyerahan santunan ini merupakan bentuk hadirnya negara dalam memberikan kepastian akan jaminan sosial kepada seluruh pekerja Indonesia.

“Hari ini kami bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyerahkan santunan kepada 5 ahli waris/keluarga peserta BPJAMSOSTEK yang mendapatkan hak jaminan sosial berupa santunan program JKK, JHT dan JP serta manfaat beasiswa pendidikan anak,” terang Anggoro.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Pusat dan Daerah, serta kesadaran yang tinggi dari perusahaan atau badan usaha dalam mendaftarkan tenaga kerjanya menjadi peserta BPJAMSOSTEK.

“Seperti apa yang diinstruksikan Presiden Joko Widodo, tentu keterlibatan seluruh pihak akan sangat membantu percepatan tercapainya universal coverage, yang artinya seluruh pekerja di Indonesia akan terlindungi dari risiko-risiko sosial yang mungkin terjadi,” tandas Anggoro.

BPJAMSOSTEK merupakan institusi yang diberikan mandat oleh undang- undang untuk menyelenggarakan 5 program demi kesejahteraan pekerja dan keluarganya, yaitu program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) dan yang terbaru Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Anggoro melanjutkan, jumlah tenaga kerja yang terlindungi BPJAMSOSTEK di Provinsi Sulawesi Tenggara per April 2022 masih berada pada kisaran 28%. 

“Kami mengajak kepada seluruh pekerja dan pemberi kerja untuk memastikan dirinya terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan, karena dengan memiliki perlindungan, pekerja dapat bekerja dengan tenang yang berujung pada masyarakat Sulawesi Tenggara lebih produktif dan sejahtera,” tutup Anggoro.

Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Bali, Nusa Tenggara, dan Papua (Banuspa), Kuncoro Budi Winarno di tempat terpisah memastikan komitmen pihaknya dalam memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja.

Terlebih menurut peraturan perundang-undangan, BPJAMSOSTEK diberikan amanah dalam pemberian perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

"Kami selalu hadir dalam memberikan perlindungan kepada para pekerja yang sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan," tegasnya.

"Oleh karenanya saya mengimbau para pekerja yang belum bergabung sebagai peserta, segera mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketanagakerjaan. Karena dengan menjadi peserta akan menumbuhkan rasa tenang kepada diri para pekerja dan seluruh keluarganya," pungkas Kuncoro.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar