One Gate One Destination untuk Nusa Penida, Tunggu Proses Hibah Lahan

Bupati Klungkung I Noman Suwirta saat meninjau sejumlah objek wisata di Nusa Penida yang akan ditata menjadi One Gate One Destination

KBRN, Klungkung: Pemerintah Kabupaten Klungkung merancang konsep One Gate One Destination untuk menata objek wisata di kawasan Nusa Penida.

Program yang sudah berjalan sejak tahun 2021 ini masih menunggu proses hibah lahan dari pemilik untuk kemudian dilakukan proses penataan objek.

Penataan objek wisata di kawasan Kecamatan Nusa Penida terus disosialisasikan oleh Pemerintah Kabupaten Klungkung.

Sosialisasi ini guna memperoleh dukungan dalam rencana penataan sejumlah objek wisata agar menjadi lebih menarik, aman dan nyaman serta wisatawan betah berlama lama berkunjung.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung, Anak Agung Putra Wedana menjelaskan kegiatan penataan diawali dengan proses pendataan asset/lokasi, hingga menata objek wisata sehingga menjadi destinasi unggulan dengan konsep One Gate One Destination.

Kadispar Klungkung menyebutkan penataan destinasi di Nusa Penida masih menunggu proses hibah lahan dari pemilik untuk kemudian dilakukan tender.

“Kita persiapan di pendataan lahan, artinya lahan harus sudah menjadi asset pemerintahan daerah. Sehingga segera bisa kita buat perencanaannya, buat FS nya, DED. Kemudian setelah selesaikan semuanya baru kita tenderkan,” jelas Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, Anak Agung Putra Wedana, Jumat (28/1/2022).

Kadispar Putra Wedana menambahkan respon masyarakat cukup bagus setelah dilakukannya beberapa kali sosialisasi.

Dari beberapa objek wisata yang sudah dijajaki, sebagian sudah menyetujui adanya penataan objek wisata di wilayahnya.

“Kemarin sudah kita jajaki, yang kawasan Atuh tanjung juntil itu sudah masuk kepada proses penghibahan tanahnya. Kemudian di kawasan Bukit Teletabis itu sudah disepakati dengan Desa Adat dan segera kita tindak lanjuti. Kemudian Tembeling juga sudah ada kesepakatan akan dimohon kepada Pemerintah Daerah menata kawasan Tembeling, tentunya lewat pemerintah desa. Kemudian Angel dan Broken Beach itu sudah disepakati oleh warga kita ikut menata disana,” terangnya

Putra Wedana lebih lanjut menyampaikan, adanya penataan objek wisata dengan konsep One Gate One Destination ini, disamping untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan saat berkunjung, juga sebagai upaya meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar dari sektor ekonomi sehingga berdampak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Harapan kita ketika ditata menjadi One Gate One Destination ini tentu yang pertama para wisatawan nyaman berkunjung ke tempat wisata. Kemudian pemerintah mengambil retribusi dengan jelas dan terukur. Terus selanjutnya, harapannya bisa menambah pendapatan masyarakat kita dari sektor ekonomi. Dan yang terpenting adalah pelaku pariwisata kita yang ada di Nusa Penida ini biar merasakan dampaknya dari program yang dibuat oleh pemerintah. Itu yang terpenting,” harapnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar