Resmikan Forum Sipanduberadat, Kapolri: Modal Mengembalikan Pertumbuhan Ekonomi dan Pengendalian Covid-19

KBRN, Denpasar : Kapolri, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengukuhkan Bantuan Keamanan Desa Adat (Bankamda) dan meresmikan Forum Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat (Sipanduberadat), Jumat (28/1/2022).

Listyo Sigit mengapresiasi inisiasi Pemerintah Provinsi Bali membentuk Forum Sipanduberadat.

Menurutnya Forum Sipanduberadat menjadi salah satu kekuatan baru untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). 

"Khususnya menjaga kekayaan desa adat yang di dalamnya ada berbagai macam kegiatan adat, seni, budaya, dan kita semua tahu, bahwa desa adat merupakan basis ekonomi di tingkat hulu yang tentunya ini semua harus bisa berjalan dengan lancar," ungkapnya di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Jumat (28/1/2022). 

"Dan itu semua bisa terjadi apabila stabilitas kamtibmas di desa adat bisa berjalan dengan baik," imbuhnya. 

Listyo Sigit berharap, ke depan Forum Sipanduberadat bisa dikembangkan sebagai role model (panutan) di provinsi lain di Indonesia. 

"Tentunya menjadi salah satu modal dalam rangka kita mengembalikan pertumbuhan ekonomi. Di samping tentunya bagaimana mengendalikan Covid-19. Itu semua merupakan satu rangkaian sistem dan satu kesatuan yang tentunya harus kita jaga bersama, dan harus berjalan dengan baik," ujar Kapolri didampingi Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, dan Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf. 

"Sehingga apa yang diharapkan, khususnya di wilayah Bali, mengembalikan pertumbuhan ekonomi, mengembalikan kegiatan wisata internasional, dengan berbagai macam budaya, adat, dan seni yang ada di dalamnya, yang tentunya ini menjadi kekuatan utama wilayah Bali," sambungnya. 

Kapolri berpandangan, Forum Sipanduberadat adalah modal kuat bagi Bali dalam menghadapi berbagai event berskala nasional dan internasional. 

"Kita akan menjadi tuan rumah dari kegiatan G20. Dan ini semuanya kita harapkan tentunya harus bisa berjalan dengan baik, tanpa ada masalah ataupun letupan sekecil apapun," ucapnya. 

"Oleh karena itu bagaimana kemudian sinergitas antara kekuatan keamanan adat, bergabung dengan kekuatan keamanan nasional bisa bergabung untuk menjaga dan mengamankan stabilitas kamtibmas terjaga, dan kegiatan rangkaian event-event internasional dan juga G20 ini berjalan dengan baik," imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Bali, I Wayan Koster menjelaskan, Forum Sipanduberadat berintikan 1.493 desa adat yang tersebar di 9 kabupaten/kota di Pulau Dewata. 

Diakui, pembentukan Forum Sipanduberadat bertujuan untuk menjaga kamtibmas sekaligus mengajegkan seni, budaya, dan adat Bali. 

"Saya kira desa adat dengan hukum adatnya, yang tertib, disiplin diikuti oleh masyarakatnya, itu juga bisa kita berdayakan untuk kepentingan bagaimana negara ini menciptakan upaya membuat agar dia tertib, agar dia tentram, agar dia nyaman, agar dia aman, yang menjadi tugas kepolisian dan TNI," tuturnya. 

Forum Sipanduberadat juga dikatakan sebagai upaya Pemerintah Provinsi Bali membantu tugas kepolisian dan TNI. 

Oleh karenanya, Koster berpandangan keberadaan Forum Sipanduberadat sangat penting. 

"Itulah sebabnya, saya mengeluarkan kebijakan berupa Pergub Bali Nomor 26 Tahun 2020, tentang sistem pengamanan lingkungan terpadu berbasis desa adat sebagai pelaksanaan misi pembangunan Bali di nomor 19 yaitu, mengembangkan sistem keamanan terpadu yang ditopang dengan sumber daya manusia serta sarana prasarana yang memadai untuk menjaga keamanan daerah dan krama Bali serta keamanan para wisatawan," bebernya. 

Koster menegaskan, Forum Sipanduberadat tak hanya mengamankan kepentingan domestik, melainkan juga aktivias wisatawan mancanegara. 

"Karena wisatawan datang ke Bali, tidak hanya melihat budaya, tetapi juga dia harus nyaman, aman berada dimanapun berkunjung di wilayah Bali ini," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar