FOKUS: #CORONA

Cegah Omicron, Pengelola Destinasi  Wisata  Harapkan Pengetatan Pintu Masuk Bali

Kunjungan Wisdom ke Dtw. Tanah Lot (Istimewa)

KBRN, Denpasar: Pengelola desa wisata di Bali harapkan ada pengetatan pintu masuk ke Bali sehingga menjadi filter  awal pencegahan penyebaran omicron di Pulau Dewata.

Ditengah menggeliatnya kunjungan wisatwan domestic ke Bali, tidak dipungkiri ada   kekhawatiran terhadap penyebaran virus omincron. Karenanya proteksi kesehatan dan disiplin menerapkan protokol kesehatan harus terus digencarkan. Hal itu ditekankan Kepala Divisi  Humas DTW Tanah Lot Putu Erawan kepada RRI di Tabanan, Selasa (25/1/2022).

Dirinya menjelaskan, saat ini geliat kunjungan domestic yang berkunjung ke DTW Tanah Lot  cukup menggembirakan. Bahkan sejak awal tahun 2022 ini, kunjungan wisatawan pe hari mencapai angka 1.000 orang per hari. Terlebih pada libur akhir pekan  kunjungan bahkan mencapai di atas 1.500 orang.

“Pasca libur  Natal dan tahun baru ini, kami akui ada peningkatan  kunjungan wisatawan domestic. Ini cukup banyak  jumlahnya  rata-rata 1.000 per hari. Kami tidak tahu padahal ini kan bulan Januari, aktivitas  masyarakat harusnya kan sudah mulai aktif. Tetapi banyak juga dari kantoran, perusahaan dan siswa   yang berkunjung”, jelas Erawan.  “ Atau mungkin karena pengaruh pembatasan itu, akhirnya kunjungan mereka di undur ke januari”, tambahnya.

Meski  ada peningkatan kunjungan wisatawan domestik ke DTW. Tanah  Lot, pihaknya tidak  mau kecolongan  dengan adanya penyebaran  baru virus omicron.

Mengantisipasi itu, pihaknya mengintensifkan protokol kesehatan , mulai dari pengechekan suhu, tempat cuci tangan, imbauan-imbauan  terkait penerapan prokes juga telah digencarkan, hingga koordinasi dengan pemerintah Kabupaten untuk melakukan kontroling prokes.

Selain upaya penertiban prokes di objek wisata, Erawan juga berharap pemerintah dapat memperketat pintu-pintu masuk  Bali, terutama screening kesehatan  bagi orang yang akan masuk Bali.

“Walaupun nanti ada umpama itun (Omicron), itu bukan kesahalahan kita saja, bisa saja mereka nyebrang dari Ketapang-Gilimanuk di situ kan ada pemeriksanaan juga. Tes itu  harus wajib dan lebih diperketat. Jika mereka masuk Bali saya rasa sudah aman, kecuali nanti di pintu-pintu masuk  ini yang harus diperketat  jangan di kasi kelonggaran, Betul-betul dilakukan tes di sana sehingga kami dipariwista kan aman jadinya”, harapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar