Badung Cegah Stunting dengan Gerba Sari

Cegah stunting melalui Seribu Hari Pertama Kehidupan - Ist

Mangupura, Badung : Kasus gagal tumbuh kembang pada anak – stunting dan gizi buruk menjadi salah satu prioritas penanganan di Badung.  Kendati angka stunting di gumi keris 6,7 persen tidak membuat Pemerintah lengah dalam pencegahan gagal tumbuh kembang pada anak tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung dokter I Nyoman Gunarta dikonfirmasi RRI di Mangupura Badung, Selasa (25/1/2022) mengungkapkan, Gerakan Badung Sehat pada Seribu Hari Pertama Kehidupan – Gerba Sari menjadi program prioritas mencegah stunting dan gizi buruk di Badung. Pencatatan pelaporan gizi pun dilakukan dengan berbasis masyarakat. Ia menjelaskan, stunting dapat dicegah dengan pemahaman terkait seribu hari pertama kehidupan yakni kualitas gizi janin dalam kandungan, yang dibarengi dengan edukasi ibu hamil hingga kontrol perkembangan bayi melalui USG, sehingga mengetahui kesehatan janin.

“Kami sudah melaatih masyarakat di desa/kecamatan untuk pemantauan berkalanya lewat elektronik untuk pencatatan pelaporan gizi berbasis masyarakat”, ungkap dokter Gunarta.

dokter Gunarta mengungkapkan, stunting tidak hanya diakibatkan karena gizi yang kurang, namun juga ketidaksiapan pasangan menjadi orang tua yang mengakibatkan ketidakpahaman dalam pola asuh anak. Ia menambahkan, program Gerba Sari dan pencatatan pelaporan gizi dengan berbasis masyarakat akan semakin mengedukasi khususnya pasangan usia subur memahami Seribu Hari Pertama Kehidupan mencegah stunting dan gizi buruk pada balita.

“Proses dia mulai saat hamil harus umur yang betul – betul cukup aman untuk hamil kita harapkan sich di angka idealnya orang hamil pertama itu di umr 24 tahun, jadi sudah siap mengasuh anak dengan pola asuh yang baik”, pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Badung terus berupaya menekan kasus stunting dan gizi buruk yang mengakibatkan terganggunya tumbuh kembang anak. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Badung, kasus stunting dikisaran angka 6,7 persen. Sementara, hasil riset kesehatan dasar tahun 2018 menunjukkan ada sekitar 30,8 persen atau 7 juta balita Indonesia yang menderita stunting.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar