Sertijab Dandim 1609/Buleleng, Danrem Wira Satya: Tiru Filosofi Astha Brata

KBRN, Denpasar : Tongkat estafet Dandim 1609/Buleleng resmi berpindah tangan dari Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto kepada Letkol Arh Tamaji. 

Acara tradisi dan serah terima jabatan dipimpin langsung oleh Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, di Makorem 163/Wira Satya, Jumat (21/1/2022). 

Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto kini dipercaya menjadi Dandodikjur Rindam IX/Udayana.

Sedangkan Letkol Arh Tamaji sebelumnya merupakan Kasilog Denma Mabesad. 

Brigjen TNI Husein Sagaf dalam amanatnya mengatakan serah terima jabatan dalam suatu organisasi, termasuk di lingkungan TNI AD adalah hal yang lumrah dan biasa untuk kepentingan organisasi

"Ada dua hal yang menjadi alasan dalam pergantian pejabat dalam suatu organisasi, pertama dalam konteks kebutuhan organisasi dan kedua dalam konteks pembinaan karir pejabat atau personel yang bersangkutan," ungkapnya dalam siaran pers yang diterima RRI.co.id, Jumat (21/1/2022). 

Dalam melaksanakan tugas, Dandim disebut harus berorientasi dengan lingkungan di luar satuan utamanya.

Dandim juga berkewajiban membangun sinergitas dengan pemerintah daerah dan komponen masyarakat lainnya.

"Dandim itu adalah pejabat dalam tataran teknis murni, dimana 75 persen dalam pelaksanaan tugas adalah sebagai komandan satuan dan memaksimalkan kemampuan satuan dan anggota yang dipimpinnya," tegasnya. 

Danrem berpesan, Dandim sebagai pemimpin harus mampu mengadopsi atau meniru filososi Astha Brata dengan delapan asas kepemimpinan. 

"Pemimpin harus dapat berperilaku sebagai matahari, bulan, bintang, samudra, air, angin, api dan tanah atau pertiwi," tuturnya. 

"Dengan meniru filosofi air maka seorang pemimpin harus mampu menyegarkan dan menyejukkan bagi yang dipimpinnya termasuk masyarakat dan lingkungannya," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar