Klungkung Tiadakan Pawai Ogoh-ogoh

Lomba Ogoh-ogoh tanpa diarak di Klungkung (IST)

KBRN, Klungkung: Gubernur Bali Wayan Koster telah mengeluarkan surat edaran yang mengizinkan adanya pembuatan dan pawai ogoh-ogoh berkaitan dengan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1944.

Namun, sejumlah banjar atau desa adat justru memilih tidak menggelar kegiatan tersebut. Seperti ditunjukkan bendesa desa adat se-Klungkung daratan yang sepakat untuk meniadakan pembuatan dan pagelaran pawai ogoh-ogoh.

Ketua Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Klungkung, I Putu Suarta dikonfirmasi RRI hari ini menjelaskan kesepakatan tersebut diperoleh berdasarkan hasil pertemuan bersama para bendesa desa adat se–Klungkung Daratan, yakni Kecamatan Klungkung Banjarangkan, dan Dawan.

 “Untuk Klungkung sesuai dengan penjelasan kemarin dari Majelis Desa Adat Kabupaten, ketuanya bahwa diantara Desa Adat, Jero Bendesa Desa Adat di Klungkung Daratan itu sudah sepakat untuk tidak melaksanakan pawai ogoh-ogoh, itu sudah ada kesepakatan,” kata Ketua Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Klungkung I Putu Suarta, Jumat (21/1/2022).

Diungkapnya ada sejumlah pertimbangan hingga Bendesa se-Klungkung daratan sepakat tidak membuat dan menggelar pawai ogoh-ogoh, diantaranya, melihat perekonomian masyarakat yang masih terdampak pandemi Covid-19, juga adanya prediksi puncak penularan omicron pada Februari 2022 mendatang.

“Kami dari Satpol PP sudah barang tentu kami menyambut baik hal itu. Karena kembali lagi, saat sekarang ini kan omicron sedang muncul sekarang, nah bagaimanapun juga kalau itu sudah diberikan, kita sudah barang tentu tidak bisa melaksanakan prokes kan,” ungkapnya

Putu Suarta yang juga Kasatpol PP Klungkung itu menyambut baik adanya keputusan tersebut.

Terkait dengan sanksi apabila ditemukan adanya pelanggaran, seperti misalnya ada anggota STT yang membuat ogoh-ogoh, pihaknya mengungkapkan, hal itu merupakan kewenangan Desa Adat masing-masing.

“Itu kembali pada Desa adat masing-masing. Kan kalau desa adatnya sudah menyepakati, jero bendesanya sudah menyepakati, pasti di masing-masing banjar pasti akan mematuhi apa yang menjadi himbauan daripada jero bendesanya. Itu sesuai dengan, kembali lagi kesepakatan dari desa adat yang ada di Klungkung daratan,” imbuhnya

Putu Suarta menambahkan, kesepakatan ini sudah ditetapkan di Klungkung Daratan.

Sementara pertemuan dengan Bendesa se-Kecamatan Nusa Penida akan digelar dalam waktu dekat ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar