Pelaku Pariwisata Bali Kecewa Agenda Finance Track G20 Dipindah ke Jakarta

Ketua Aliansi Pelaku Pariwisata Marginal Bali (APPMB) I Wayan Puspanegara (IST)

KBRN, Denpasar: Pelaku pariwisata Bali yang tergabung dalam Aliansi Pelaku Pariwisata Marginal Bali (APPMB) mengungkapkan kekecewaannya, agenda Finance Track G20 dipindahkan ke Jakarta.

Rencananya, kegiatan ini berlangsung pada 15 – 18 February 2022 di kawasan Nusa Dua Bali.

Namun dengan alasan memperhatikan perkembangan kasus covid-19, khususnya varian omicron yang melonjak di tingkat global dan nasional, pihak panitia penyelenggara membatalkan event tersebut terselenggara di Bali dan dipindahkan ke Jakarta.

Ketua APPMB, I Wayan Puspanegara kepada rri.co.id mengaku kaget dan kecewa salah satu agenda G20 batal digelar di Bali.

Mengingat selama ini pelaku industry pariwisata Bali sangat antusias menyambut event besar KTT G20 yang mayoritas kegiatannya akan digelar di Pulau Dewata sebagai upaya membangkitkan pariwisata.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh masyarakat hingga para pelaku pariwisata untuk mempersiapkan event berskala internasional ini. Termasuk diantaranya meningkatkan kedisiplinan prokes, percepatan vaksinasi hingga sertifikasi CHSE.

“Sebenarnya masyarakat Bali sudah sangat semangat, terutama kita pelaku pariwisata sudah sangat semangat. Pertama menyiapkan diri untuk prokes, menyiapkan diri untuk ikut vaksinasi, itu semata-mata kita lakukan untuk percepatan pemulihan pariwisata dan ekonomi Bali. Tapi kita sudah melakukan kebaikan-kebaikan yang seperti itu, kenapa di daerah lain yang belum tentu lebih baik dari kita terutama Jakarta, kasus omicron jauh lebih besar daripada di Bali, kenapa dipindah ke Jakarta, kenapa tidak dibiarkan di Bali?,’’ ungkap Puspanegara, Kamis (20/1/2022)

Puspanegara berpandangan perubahan agenda ini sangat sensitive bagi masyarakat dan pelaku industry pariwisata Bali ditengah upaya pemulihan yang saat ini terus dilakukan.

Ia khawatir, dunia memandang seolah-olah Bali tidak siap menggelar event besar.

Padahal faktanya, menurut Puspanegara, adanya agenda Financial Track ini sebagai test case untuk menumbuhkan kepercayaan dunia bahwa Bali aman dari covid-19.

“Sebenarnya kita ingin bahwa pertemuan finace ini justru di awal sebelum puncak G20 di bulan Oktober nanti, kita berharap dia menjadi test case dulu bahwa wisatawan sudah bisa masuk bali dengan nyaman dan aman sesuai dengan prosedur yang ditetapkan pemerintah. Nah kalau pertemuan yang pertama ini tidak ada, apa yang kita pakai test case berikutnya, berarti kita harus menunggu yang bulan-bulan depannya, gitu,” imbuhnya

Ia berharap agenda G20 Finance Track tetap dilaksanakan di Bali.

Begitupun 34 agenda lainnya termasuk puncak presidensi G20 yang sudah dijadwalkan akan digelar di Bali.

Hal ini karena para pelaku wisata dan masyarakat Bali sudah dengan sungguh-sungguh mempersiapkan dan menanti event ini demi kebangkitan pariwisata serta menjaga stabilitas pemulihan Bali

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar