PLTS Atap Solusi Wujudkan Bali Energi Bersih

KBRN, Denpasar : Pemerintah Provinsi Bali akan segera mewujudkan Bali Energi Bersih dan Bali Net-Zero Emission (NZE) 2045.

Hal itu dilakukan dengan mendorong pemanfaatan PLTS atap secara masif di Bali.

Rencana aksi untuk mewujudkan komitmen ini dibahas dalam kegiatan diskusi grup terarah yang diadakan bersama oleh Pemprov Bali, CORE  Udayana, dan Institute for Essential Services Reform (IESR).

Kepala Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral, DisnakerESDM Bali, Ida Bagus Setiawan menjelaskan, hasil Focus Group Discussion ini akan menjadi rekomendasi bagi Pemerintah Provinsi. 

“Salah satu keluaran yang kita bahas hari ini adalah Surat Edaran Gubernur untuk percepatan pemanfaatan PLTS atap di seluruh sektor yang beragam, tidak hanya OPD, juga pada masyarakat luas," ungkapnya kepada wartawan. 

PLTS atap kata Setiawan  dapat menjadi pilihan strategi prioritas untuk Bali NZE 2045. 

Sementara Direktur Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa membeberkan analisis IESR untuk pemanfaatan PLTS atap.

Menurutnya, diperlukan kapasitas energi terbarukan 13 GW di Bali untuk mencapai NZE 2045.

Angka itu memiliki proporsi 49% dari PLTS skala besar dan 21% dari PLTS atap. 

"Untuk memastikan suplai yang terjaga dan kualitas yang andal,  juga diperlukan upgrade jaringan dan sistem penyimpanan energi, seperti pumped-hydro energy storage," ujarnya. 

Diskusi 2 hari ini juga membahas potensi investasi dan skema pembiayaan PLTS atap.

Keekonomian masih menjadi faktor penentu bagi calon pengguna, sehingga identifikasi skema pembiayaan yang menarik akan membantu calon pengguna dari berbagai sektor, dari rumah tangga, pemerintah, hingga bisnis seperti perhotelan, untuk memasang PLTS atap di bangunan mereka.

Pemanfaatan PLTS atap oleh berbagai kalangan dalam berbagai skala merupakan cerminan gotong royong penyediaan energi terbarukan untuk Bali Energi Bersih dan Bali NZE 2045 yang selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar