Pemerintah Harus Petakan Pariwisata Bali

KBRN, Denpasar : Pemerintah diminta berpikir taktis dan segera melakukan pemetaan pariwisata Bali untuk menyelamatkan masyarakat Bali yang kehilangan pekerjaan selama pandemi covid 19. Ketua Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali Gusti Kade Sutawa kepada RRI di Denpasar Selasa (18/01) mengatakan sesungguhnya Bali untuk sarana prasarana dan prokes siap jika harus melayani wisatawan selama karantina di Bali hanya saja ketentuan dari pemerintah pusat belum mengijinkan wisatawan mancanegara langsung datang ke Bali melainkan harus karantina terlebih dahulu di Jakarta atau Surabaya.

Jika kondisi ini terus terjadi kata Kade Sutawa dapat melemahkan pariwisata Bali yang selama pandemi ini hanya bertumpu pada wisatawan domestik. Pihaknya sependapat kesehatan nomor satu namun ekonomi juga tidak dapat dibiarkan terus terpuruk karena akan berimbas pada kemiskinan bahkan lebih jauh pada kriminalitas. "Kesehatan tetap nomor satu tapi kita tidak bisa biarkan masyarakat mati kelaparan. Masyarakat yang mengandalkan pariwisata sudah teriak tak tahan himpitan ekonomi", ungkapnya.

Lebih lanjut Gusti Kade Sutawa mengatakan sejak dua bulan dibuka belum ada wisatawan mancanegara datang ke Bali selain disebabkan aturan yang belum mengijinkan juga karena kuota wisatawan yang boleh datang dibatasi hanya 1.500 saja dengan ijin visa khusus. Jumlah ini sangat sedikit untuk semua destinasi wisata di Indonesia. Pihaknya berharap ada penambahan jumlah kuota wisatawan mancanegara pasca meredanya omicron untuk menjabat keresahan masyarakat yang bergelut di bidang pariwisata dan mengurangi pengangguran di Bali.(Wid)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar