Lansia dan Penderita Autoimun Prioritas Penerima Vaksin Booster

Vaksinasi Booster Sasar Lansia - Ist

KBRN, Denpasar : Pemerintah memberlakukan strategi skala prioritas dalam pemberian vaksin booster. Penyuntikan vaksin lanjutan itu dikhususkan bagi lansia dan penderita autoimun dengan jarak vaksinasi primer dosis lengkap minimal 6 bulan sebelumnya. Langkah ini guna memproteksi kelompok beresiko tinggi terpapar virus corona.

Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia – IAKMI Bali I Made Kertadhuana dikonfirmasi RRI di Denpasar, Selasa (18/1/2022) mengatakan, strategi Pemerintah tersebut sangat tepat, apalagi ditengah pandemic dengan varian baru omicron, efektivitas vaksin Booster akan signifikan mengurangi 90% kematian pada kelompok-kelompok yang paling berisiko tersebut. Menurutnya, jika vaksinasi pada kelompok tersebut sudah mencapai target, baru dilanjutkan dengan penyuntikan vaksin bagi masyarakat usia 18 tahun keatas.

“Prioritas itu dan tetap pada kelompok yang lebih berisiko yang memang memiliki kerentanan apalagi dengan varian baru omicron, ini mungkin bisa lebih tersampaikan dengan baik kepada masyarakat terkait prioritas pemberian vaksin”, ucap Kertadhuana.

Sementara, terkait mekanisme pemberian booster, Kertadhuana menjelaskan, pemberiaan vaksin booster bisa dilakukan secara homolog atau menggunakan jenis vaksin yang sama dengan vaksin primer dosis lengkap dan heterolog atau jenis vaksin berbeda dengan vaksin primer sebelumnya. Vaksin dosis ketiga tersebut akan meningkatkan antibodi ditengah merebaknya kasus Omicron di Indonesia.

“Booster tentu diharapkan dapat menimbulkan kekebalan secara konsisten dan berkelanjutan nuntuk proteksi imunitas tubuh”, pungkasnya.

Bali mendapatkan jatah 3,4 Juta vial vaksin booster, dimana pada vaksinasi booster perdana 12 Januari lalu disediakan sekitar 280 ribu vial vaksin. Vaksinasi booster ini diprioritaskan bagi lansia dan kelompok yang berisiko tinggi terpapar virus corona. Pemberian booster dengan mempertimbangkan skala prioritas itu akan signifikan mengurangi 90% kematian khususnya usia 50 tahun keatas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar