Klungkung Pertahankan Nihil Kasus Covid-19

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klungkung I Putu Widiada (IST)

KBRN, Klungkung: Kabupaten Klungkung hingga saat ini berhasil mempertahankan predikat Kabupaten bebas covid-19.

Terbukti dari update kasus yang dirilis Satgas Penanganan covid-19 Provinsi Bali, dalam beberapa bulan terakhir, Klungkung nihil penambahan kasus baru, begitupun pasien yang dirawat karena covid-19.

Hal tersebut dibenarkan Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klungkung, I Putu Widiada.

Widiada menyebutkan nihilnya kasus covid-19 di Klungkung merupakan capaian semua pihak. Selain itu Satgas Bidang Penegakan Hukum dan Disiplin masyarakat juga tetap melaksanakan tugasnya mengedukasi penerapan protokol kesehatan pada masyarakat.

“Kalau dari Satgas, yang di Koordinator bidang penegakan hukum dan disiplin masyarakat tetap melakukan tugas-tugasnya, melakukan sidak dan penertiban di masyarakat terutama di tempat-tempat umum seperti di pasar, itu tetap dilaksanakan. Dan kita mengedukasi masyarakat dengan persuasive dan humanis, kalau masyarakat tidak memakai masker kita berikan masker,” ungkap Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klungkung I Putu Widiada, Senin (17/1/2022)

Widiada yang juga Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klungkung itu menambahkan meski belum ada penambahan kasus baru, masyarakat diharapkan tetap waspada.

“Jadi harapan dari Pak Bupati selaku Ketua Satgas tetap menghimbau masyarakat, protokol kesehatan jangan sampai lengah. Dan kita pemerintah tidak akan bosan-bosan mengingatkan masyarakat selalu taat dengan protokol kesehatan,” imbaunya

Putu Widiada lebih lanjut itu mengungkapkan, selain sidak dan penertiban prokes yang dilakukan Satgas Bidang Penegakan Hukum dan Disiplin masyarakat, pelaksanaan vaksinasi di Klungkung juga terus digencarkan.

Tidak hanya bagi kelompok usia 6 – 11 tahun yang saat ini sudah memasuki tahapan kedua, Dinkes Klungkung juga tengah melaksanakan vaksinasi penguat atau booster dengan prioritas PMI.

Namun tidak menutup akses juga bagi masyarakat umum yang ingin melakukan vaksin booster ini.

Masyarakat yang telah melakukan vaksin tahap kedua lebih dari 6 bulan, dipersilahkan datang ke gerai vaksinasi dengan menunjukkan KTP.

“Sesuai arahan Pak Bupati, vaksin booster ini diprioritaskan kepada PMI, agar anak-anak kita atau pemuda kita yang berangka keluar negeri bisa aman. Tapi tidak menutup kemungkinan juga, masyarakat umum juga bisa datang ke gerai vaksin. Hanya membawa KTP saja,” pungkas Putu Widiada

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar