Berdayakan Hutan Desa di Tengah Pandemi

Hutan Alas Kedaton Hutan Desa Yang Dijaga (IST)

KBRN, Denpasar : Ratusan hutan desa  di Bali diberdayakan untuk menopang perekonomian warga dimasa pandemic Covid 19.  Kepala Dinas Kehutanan  dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali Made Teja Kepada RRI di Denpasar Senin (17/01) mengatakan 30 persen dari luas hutan bisa dimanfaatkan dan dikelola warga di sekitar hutan sisanya adalah wilayah konservasi.

Made Teja mengatakan Kebijakan memberdayakan 30 persen luas hutan ini untuk menopang pangan dimanfaatkan warga disekitar untuk mengembangkan tanaman pangan yang dapat memberikan nilai ekonomis bahkan ada sebagian warga yang kreatif  berbudidaya lebah madu dan hasilnya benar-benar menopang perekonomian warga di masa pandemi covid 19. "Warga di Karangasem bahkan ada yang menanam rumput untuk kebutuhan perternakan. Tak masalah asalkan bisa menghidupi warga di tengah pandemi ini",ungkapnya.

Lebih lanjut Kepala Dinas Kehutanan  dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali Made Teja mengaku walaupun sudah ada peraturan yang jelas terkait 30 persen luasan hutan yang bisa dikelola masyarakat pihaknya mengaku masih ada saja masyarakat melanggar sehingga masih perlu pengawasan jangan sampai mengganggu tanaman konsertasi. Hutan sangat penting bagi kehidupan sehingga dengan luasan hutan di Bali  132 ribu  hektar diharapkan partisipasi masyarakat untuk ikut menjaga karena tanaman konservasi di hutan menghasilkan oksigen yang sangat diperlukan untuk kehidupan.(Wid)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar