Kunker di Bali, Kapolri Pastikan Implementasi Aplikasi Presisi

KBRN, Pelabuhan Benoa : Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan kerja di Bali, Sabtu (15/1/2022). 

Dalam kunjungan kerja ini Kapolri mendatangi sejumlah lokasi meliputi, SMP Kristen 1 Harapan, Pelabuhan Benoa, dan Hotel Prime Plaza.

Pucuk pimpinan Korps Tribrata itu di SMP Kristen 1 Harapan mengecek sarana prasarana protokol kesehatan, dan proses belajar mengajar di kelas. 

Sementara di Pelabuhan Benoa, Listyo Sigit Prabowo mengecek posko, aktivitas masuknya Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN), dan implementasi aplikasi monitoring karantina Presisi. 

Sedangkan di Hotel Prime Plaza, Kapolri memastikan proses karantina, dan implementasi aplikasi monitoring Presisi. 

Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, aplikasi Presisi untuk membantu pengawasan bagi masyarakat yang menjalani karantina. 

"Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur-fitur yang bisa digunakan untuk berbicara langsung, kemudian juga sedang kita lengkapi dengan aplikasi find people," katanya kepada wartawan di Pelabuhan Benoa, Sabtu (15/1/2022). 

"Sehingga pada saat masyarakat keluar, kita juga bisa melakukan pencarian, pengejaran, dan kemudian kita berikan saran khusus, sehingga kemudian di handphone orang yang kabur tersebut juga berbunyi," imbuh Kapolri yang didampingi Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Kapolda Bali Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra. 

Kapolri menyampaikan, aplikasi Presisi mempermudah petugas memonitor Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) yang sedang menjalani karantina. 

Bahkan ketika PMI atau PPLN ke luar lokasi karantina tanpa izin, aplikasi Presisi akan mengirimkan notifikasi khusus. 

"Ini juga untuk memudahkan kita untuk mengambil kembali, disamping tentunya dengan aplikasi ini, maka begitu sudah keluar dari areal tertentu akan muncul notifikasi dalam bentuk suara sirine yang memudahkan kita untuk kemudian melakukan pencarian," ungkap mantan Kabareskrim Polri itu. 

Listyo Sigit lebih lanjut menjelaskan, aplikasi Presisi akan memunculkan titik terakhir PMI dan PPLN yang tengah menjalani karantina. 

Durasi pengawasan melalui aplikasi Presisi berlaku sesuai ketentuan karantina yang ditetapkan pemerintah. 

"Karena disitu akan muncul di titik mana masyarakat yang keluar dari tempat karantina itu berada itu muncul. Jadi ini bagian dari upaya kita untuk meyakinkan bahwa proses karantina selama tujuh hari atau sepuluh hari yang ditetapkan oleh pemerintah ini betul-betul berjalan dengan baik," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar