BPJS Ketenagakerjaan Bahas Digitaliasi dan Ketidakpastian Ekonomi

KBRN, Jakarta : Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan menjadi salah satu pemicu timbulnya ketidakpastian ekonomi global. 

Di lain sisi, pesatnya perkembangan teknologi digital juga memberikan tantangan bagi sebagian besar institusi di seluruh dunia termasuk para penyelenggara jaminan sosial. 

Hal inilah yang mendasari BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) menyelenggarakan Webinar Internasional bertema "Social Protection in the Face of Digitalization and Economic Uncertaintie".

Webinar ini digelar dalam rangka menyambut HUT Ke-44 BPJAMSOSTEK sekaligus rangkaian 38th ASEAN Social Security Association (ASSA) Board Meeting. 

Kegiatan tersebut dibuka Direktur Utama BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo serta Acting Director General NSSF Cambodia selaku The Chairman of ASSA 2020-2021 H.E. Mr Heng Sophannarith. 

Anggoro dalam mengatakan, gelombang transformasi digital yang terjadi di tengah pandemi Covid-19 seharusnya tidak dilihat sebagai ancaman.

Transformasi digital dianggap dapat dimanfaatkan sebagai peluang memajukan perlindungan sosial ke tingkat yang lebih baik. 

“Teknologi juga memainkan peran penting dalam meningkatkan perlindungan sosial. Penggunaan teknologi informasi dalam perlindungan sosial dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian suatu negara," ujar Anggoro dalam siaran pers yang diterima RRI.co.id, Senin (29/11/2021). 

"Selain itu, juga memberikan kemudahan dan layanan yang lebih cepat serta keamanan yang lebih baik bagi penerima manfaat dan masyarakat,” imbuhnya. 

Sementara Heng Sophannarith dalam sambutannya mengapresiasi BPJAMSOSTEK yang menjadi tuan rumah ASSA Board Meeting dan menyelenggarakan webinar internasional terkait jaminan sosial. 

Senada dengan Anggoro, pihaknya juga mengakui, penggunaan teknologi digital dapat meningkatkan efektivitas dan cakupan pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.

Digitalisasi memainkan peran penting dalam jaminan sosial diantaranya untuk memenuhi kebutuhan peserta ketika melakukan klaim, pembayaran iuran maupun saat membutuhkan informasi terbaru terkait jaminan sosial.

Tak hanya itu, teknologi juga mampu meningkatkan kualitas dan manajemen data. 

Melalui webinar dan Board Meeting ini dirinya juga berharap mampu menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dari pelaksanaan jaminan sosial di tengah era revolusi industri 4.0 dan pasca pandemi Covid 19. 

Webinar yang diikuti oleh 1.800an peserta dari berbagai negara tersebut terbagi dalam 2 sesi diskusi panel.

Sesi 1 membahas isu terkait “Covid-19 and Economic Uncertainties: Impact and Policy Responses” dengan narasumber Direktur Kependudukan dan Jaminan Sosial Kementerian PPN/Bappenas Muhammad Cholifihani, Achim Schmillen dari The World Bank Indonesia serta Head and Assistant Director of the Labour and Civil Service Division ASEAN Secretariat Mega Irena 

Sedangkan sesi 2 membahas “Digital Solutions for Social Protection” dengan narasumber Director of Social Security Development International Social Security Association (ISSA) Raul Ruggia-Frick, Director Of Business Incubator & Accelerator CPF Board Singapore Ms Dorcas Fong, Head of Transformation SOCSO Malaysia Paul Kang Hian Beng serta Direktur Perencanaan Strategis dan TI BPJAMSOSTEK Pramudya Iriawan Buntoro. 

Tak sebatas webinar, dalam rangkaian ASSA Board Meeting tahun ini, BPJAMSOSTEK juga menerima estafet kepemimpinan ASSA untuk periode 2021-2022. 

Selain itu ASSA juga memberikan apresiasi kepada beberapa institusi yang berhasil melakukan inovasi terbaik dalam penyelenggaran jaminan sosial di negaranya, termasuk BPJAMSOSTEK yang mendapatkan Strategic Communication Recognition Award.

Penghargaan tersebut diberikan kepada BPJAMSOSTEK, karena dinilai berhasil mengaplikasikan strategi komunikasi terpadu dalam penanganan isu atau berita. 

“Saya berharap kita bisa mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang kondisi pekerja saat ini di dalam konteks global. Saya percaya pelajaran dan pengalaman yang akan dibahas dalam webinar ini dapat memberi inspirasi bagi kita dalam memajukan jaminan sosial di setiap negara, sehingga dapat meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan para pekerja,” ucap Anggoro. 

Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Wilayah Bali, Nusa Tenggara, dan Papua (Banuspa), Toto Suharto pada kesempatan lain menilai, transformasi digital menjadi solusi pelayanan di masa pandemi Covid-19.

Diakui, digitalisasi sangat memudahkan pelayanan, utamanya di tengah pandemi Covid-19 yang memaksa setiap orang disiplin menjalankan protokol kesehatan. 

"Kami di BPJAMSOSTEK sangat disiplin menjalankan protokol kesehatan. Ini menjadi komitmen kami untuk saling menjaga diantara peserta maupun insan BPJAMSOSTEK," tegasnya.

"Dalam pelaksanaannya, kami sudah menerapkan berbagai kiat, utamanya dalam pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan peserta. Salah satunya kami memiliki protokol Lapak Asik. Lapak Asik sangat memungkinkan peserta mendapatkan layanan dari kami tanpa harus melakukan kontak fisik atau bertatap muka," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar