Ratusan Warga Karangasem Masih Mengungsi Mandiri Pasca Gempa Magnitudo 4,8

Dampak Gempa Karangasem M 4,8

KBRN,Karangasem: Ratusan rumah mengalami kerusakan akibat gempa yang mengguncang Kabupaten Karangasem dengan Magnitudo 4,8 pada Sabtu (16/10/2021). Warga yang rumahnya mengalami kerusakan memilih mengungsi secara mandiri dengan mendirikan tenda-tenda didekat rumah masing-masing.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa kepada RRI di Karangasem hari ini, Minggu (24/10/2021) menjelaskan warga mengungsi secara mandiri dengan alasan agar bisa membersihkan puing-puing rumah mereka, menjaga ternak dan mengamankan asset yang mereka miliki dirumah masing-masing.

“ Karena kalau pengungsian secara komunal atau kelompok, kondisi geografisnya tidak memungkinkan karena mereka tinggal sebagian besar didaerah perbukitan. Jadi untuk mencapai lokasi harus menggunakan sepeda motor ga bisa pakai mobil,” ucapnya.

IB Ketut Arimbawa mengatakan karena warga mengungsi mandiri maka Pemerintah tidak mendirikan dapur umum tetapi kebutuhan logistic disuplai setiap ada permintaan dari warga, ketitik titik tertentu diwilayah dusun. Dapur umum dibuka hanya untuk para petugas dan relawan yang ada dilapangan.

Untuk rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa, IB Arimbawa mengatakan BNPB akan memberikan bantuan 50 juta rupiah untuk rumah rusak berat, 25 juta rupiah untuk rumah rusak sedang dan 10 juta rupiah untuk rumah rusak ringan.

“ Sesuai dengan penelitian dari Badan Geologi yang langsung turun kelapangan bahwa daerah nike memang daerah rawan gempa, sehingga nanti direkomendasikan bangunan tidak pakai bahan yang berat atau yang pakai bahan yang ringan-ringan,” imbuhnya.

Sebelumnya dilaporkan  sebanyak 243 rumah warga Karangasem mengalami rusak berat akibat guncangan gempa bumi M 4.8, sementara ratusan rumah lainnya mengalami rusak ringan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00