Nasib Buah Lokal ditengah Gempuran Produk Impor

Pedagang buah jajakan buah lokal dan impor di pasar tradisional - Ist

KBRN, Denpasar : Gempuran buah impor di pasar modern maupun tradisional di Bali tidak bisa dipandang sebelah mata yang berdampak signifikan terhadap penjualan buah lokal. Proteksi pemerintah terhadap buah local dengan piranti hukum sangat lengkap. Hanya saja sistem suplai pangan di Bali masih belum efektif dan efisien untuk membangun sistem pangan yang berkelanjutan. Hal lainnya yang harus menjadi perhatian yakni teknologi pasca panen, sehingga produk yang dihasilkan lebih berkualitas dan bisa memenuhi permintaan pasar.

Pengamat Pertanian Bali Profesor I Wayan Suparta dikonfirmasi RRI di Denpasar , Minggu (17/10/2021) mengungkapkan, Perda Buah Lokal sangat luar biasa jika dimanfaatkan dengan baik untuk membangun sistem pangan di Bali. Menurutnya, kualitas buah lokali sejatinya tidak kalah dengan buah impor, apalagi dilihat dari kandungan nutrisi yang lebih terjamin. Prof. Suparta mengatakan, masyarakat juga perlu diedukasi untuk mencintai produk local, karena tidak dipungkiri ketertarikan membeli buah impor lantaran tampilan luar yang menarik tanpa melihat kualitas di dalamnya.

“Kita sejatinya tidak pernah kekurangan buah di Bali, karena ketika buah satu tidak ada akan digantikan buah lain sesuai musim, jadi kualitas buiah lokal sangat terjaga, mari kita bersama mau mengkonsumsi produk buah hasil pertanian lokal,” pungkas Prof. Suparta.

Buah local harusnya merajai pasar tradisional maupun modern ditengah serbuan produk buah impor apalagi kebutuhan akan buah di Pulau Dewata cukup tinggi dengan seringnya pelaksanaan upacara agama dengan buah sebagai salah satu sarana utama. Kecintaan terhadap produk – produk yang dihasilkan petani local akan menjadikan Bali semakin mandiri kedepannya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00