Peralihan Musim, Tetap Lakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini, M.Kes (IST)

KBRN, Denpasar: Lebih dari sepekan terakhir, pergantian cuaca kerap tak menentu. Silih bergantinya cuaca yang begitu cepat, membuat suhu udara berubah secara ekstrem. Dampak perubahan suhu ini akhirnya dapat menghambat aktivitas masyarakat, terutama bagi kesehatan dan daya tahan tubuh yang menurun secara drastis.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini, M.Kes dihubungi RRI.co.id di Denpasar hari ini mengatakan pada musim pancaroba, frekuensi orang yang menderita penyakit saluran pernapasan atas, seperti pilek, demam atau batuk, relatif meningkat. Bahkan, bisa menyerang gangguan pencernaan, seperti tifus dan demam berdarah.

“Musim pancaroba kan biasa itu tiap tahun. Infeksi saluran pernafasan akut sering, seperti batuk, pilek kemudian panas kemudian juga demam berdarah jangan lupa. Kemudian sekarang karena masih pandemic covid-19, begitu ada gejala ili, influenza like illness, misalnya ada badannya sakit, pusing, apalagi ada pilek, batuk, segera dah ke puskesmas terdekat atau pelayanan kesehatan terdekat supaya cepat bisa terdeteksi,” jelas Kadiskes Kota Denpasar, Sabtu (18/9/2021)

Kadiskes Sri Armini kembali menekankan meski masih dalam situasi pandemic, masyarakat jangan sampai melupakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk). Hujan yang turun meski 1 hari tetap berpotensi memunculkan demam berdarah.

“Dalam keadaan pandemic, PSN itu penting (Pemberantasan Sarang Nyamuk), mangkin hujan kan lagi turun lagi tidak. Jadi kadang-kadang orang-orang lupa kalau hujan turun sehari, kan ada genangan air di tempat – tempat seperti pot-pot bekas misalnya, kaleng atau ember bekas nampung air sedikit-sedikit. Nanti kemarin hujan, sekarang tidak misalnya 3 atau 4 hari, nyamuk sudah bersarang disana. Makanya harus diperhatikan di lingkungan di sekitar rumah, dibalik-balik jangan sampai air tergenang,” imbuhnya

Dr Sri Armini menambahkan antisipasi demam berdarah dan penyakit lainnya yang mungkin berpotensi muncul saat musim peralihan ini dapat dilakukan dengan menjalankan pola hidup bersih dan sehat. Bersih dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan, menebarkan bubuk abate secara berkesinambungan dan rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Sementara sehat, dapat dilakukan dengan rutin berolah raga, mengkonsumsi makanan bergizi dan diimbangi dengan vitamin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00